Tangkal Isu Sesat Menyesatkan, PBNU Gandeng Nusantara TV

Tangkal Isu Sesat Menyesatkan, PBNU Gandeng Nusantara TV

Untuk mengcounter isu-isu hoax dan meminimalisir maraknya pemberitaan ajaran sesat dan menyesatkan. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggandeng chanel Nusantara TV dengan ditandai MoU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (29/7).

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh, ulama dan pengurus LD, LTM PBNU, diantaranya, Ketua PBNU, yaitu H Abdul Manan Ghani, KH Hasib Wahab, H Robikin Emhas, H Aizzuddin Abdurrahman, Juri Ardiantoro, Sekjen PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini, Ketua LTM PBNU Ustadz H Mansur Syaerozi , dan Sekretaris LD PBNU Ustadz H Bukhori Muslim.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa kerja sama ini menemukan momentumnya, yakni di saat kelompok-kelompok radikal menyerang NU, baik amaliyah, harakah (gerakan), atau pun fikrah (cara berpikirnya).

"Dengan berbagai upaya, mereka mendoktrinasi atau memengaruhi cara berpikir masyarakat Indonesia, yang tadinya ramah, santun, toleran menjadi masyarakat yang garang, galak, sadis," kata Kiai Said.

Padahal, kata Kiai Said, bangsa Indonesia dalam menjalani aktivitas keagamaan telah berjalan lancar dan mapan. Berbagai tradisi keagamaan berjalan baik, seperti mengadakan haul, peringatan isra mi'raj, nuzulul qur'an, dan halal bi halal.

Namun, lanjutnya, sejak kehadiran gerakan atau kelompok Islam Transnasional, praktik keberagamaan yang telah ada di Indonesia tersebut mulai diusik. Apalagi dengan mencuatnya kecanggihan teknologi dan kehadiran media sosial, seperti Facebook dan Whatsapp, yang dijadikan alat untuk mencaci maki NU.

"Ini di luar batas, di luar norma, di luar akhlak, di luar budaya kita. Asing sekali itu. KIta pun harus mampu melawan, menanggapi, menyikapi seperti itu," ucapnya.

Sementara Presiden Komisaris Nusantara TV, Nurdin Tampubolon, menyatakan bahwa kerja sama ini untuk kebaikan bangsa Indonesia dengan cara hidup berdampingan dengan penganut agama lain agar kehiduapn keagamaan di Indonesia berjalan damai. Sebagaimana kata Kiai Said, ucap Nurdin, agama harus menjadi peradaban.

Menurutnya, sebagai penganut terbesar di Indonesia, umat Muslim sudah seharusnya aktif menyebarkan Islam yang ramah. “Itulah yang kami lihat, yang diinginkan oleh PBNU sehingga kami datang, bagaimana kita ikut berpartisipasi dalam pembangunan itu,” pungkasnya (hud)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids