Sumiati, Calon Haji Usia 107 dari Jombang

Sumiati, Calon Haji Usia 107 dari Jombang

Sumiati dari Kabupaten Jombang menjadi calon jamaah haji tertua yang berangkat haji tahun ini. Warga Dusun Bakalan, Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang ini akhirnya bisa berangkat melaksanakan ibadah haji ke tanah suci tahun ini karena telah mendaftar pada 2016 yang lalu.

Hal itu seperti dengan tayangan Viral Jamaah Haji Tertua Berusia Satu Abad Lebih.

Sumiati yang lahir 1 Juni 1912, sehingga pada tahun ini usianya 107 tahun. Sumiati mendaftar haji pada tahun 2016 dan dapat berangkat tahun ini karena kategori lanjut usia. Bergarap lancar ke dokter. 107.

"Daftar (pada) 2016, karena usianya itu, harus didampingi anak saya," kata Sumiati dalam tayangan itu.

Sumiati mengatakan, sabar, tabah, dan menerima apa adanya yang diberikan Alloh Swt adalah resep agar tetap sehat di usianya yang saat ini genap 107 tahun. Untuk mempersiapkan berangkat ibadah haji tahun ini ke tanah suci, Sumiati mengatakan, dirinya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter. "Kalau obatnya habis, periksa lagi,” tuturnya lagi.

Ketika nanti sampai di tanah suci saat melaksanakan ibadah haji, Sumiati berharap bisa menjadi haji yang mabrur. "Alhamdulillah, akhirnya bisa berangkat ibadah haji. Semoga nanti haji saya mabrur," ujarnya.

Sementara itu, salah satu anak Sumiati yang nantinya akan mendampingi ibunya dalam melaksanakan ibadah haji, Yatim Dwi Kaeksi (56) menjelaskan, untuk menjaga kesehatan, setiap bulan ibunya selalu melakukan kontrol kesehatan ke dokter.

"Ya pasrah saja ibu itu. Alhamdulillah 2 tahun 7 bulan (sejak daftar haji), berangkat. Mungkin karena faktor usia juga diutamakan. Alhamdulillah bisa berangkat," ucap Yatim.

Rencananya, Sumiati dan Yatim akan berangkat melaksanakan ibadah haji pada 23 Juli 2019 nanti bersama para CJH asal Kabupaten Jombang lainnya. Sambil menunggu rentang waktu berangkat ibadah haji, Yatim menceritakan, dirinya selalu berlatih dengan jalan kaki di pagi hari serta banyak mengkonsumsi minum air putih.

"Ibu ini tiap hari shalatnya tidak pernah putus, walaupun ndak bisa berdiri. Shalatnya kan dengan duduk. Di belakang rumah ada mushalla, ibu ikut jamaah tiap hari," imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang melakukan persiapan pemberangkatan haji sejak bulan Juni lalu. Persiapan selain dengan pelatihan manasik juga pemeriksaan kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang M Vidya Buana, mengatakan jamaah haji harus menjaga kesehatan, telebih pada musim haji suhu di Arab Saudi bisa mencapai 50 derajat Celcius. Sementara lima puluh persen dari keseluruhan jamaah haji Kabupaten Jombang masuk kategori berisiko tinggi karena mereka telah mencapai usia 60 tahun. Pemerintah memasukkan usia 60 tahun sebagai jamaah haji berisiko tinggi. Untuk mengantisipasi hal itu, mereka yang bersisiko tinggi mengenakan tanda khusus pada kartu yang selalu dibawa.

M Vidya Buana menganjurkan jamaah haji berisiko tinggi agar membawa persediaan obat dari Indonesia. Apalagi mereka yang memiliki riwayat penyakit dan harus mengonsumsi obat setiap hari. Namun demikian, jamaah haji selalu dikontrol oleh tim kesehatan yang bertugas mengontrol jamaah haji. (Kendi Setiawan/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar