Pendakwah Cengeng, Mencari Popularitas dengan Menyudutkan Banser

Pendakwah Cengeng, Mencari Popularitas dengan Menyudutkan Banser

Jika niat benar benar berdakwah karena Allah.. Jangan cengeng jadi pendakwah. Disurati dikit lalu teriak majelisnya dibubarkan BANSER. Saya punya pengalaman, seorang ulama muda, Prof Dr Nadirayah Husin dipaksa membatalkan kajiannya di kampus UIN oleh oknum BEM dengan alasan yang macam macam. Yang jelas karena Prof Nadirsyah adalah NU.

Tapi apa lantas teriak teriak pengajiannya dibubarkan. Beliau memilih memindah kajiannya ke sebuah hotel, dikawal BANSER..lancar sampai selesai. Beliau enjoy saja.. Begitu rektor minta maaf, masalah selesai.

Satu lagi, karena acara pengajiannya dianggap bernuansa Islam Nusantara, seorang kyai muda NU Gus Elt Fariz harus rela mengendap endap masuk ke Selat Panjang jam 01.00 dini hari menembus gelapnya lautan naik speed boat sekitar satu jam sambil menahan lapar. It's oke, yang jadi alasan penolakan saya jelaskan dengan baik dan deal, acara bisa tetap berlangsung.

Begitulah lika liku pendakwah... Jangan cengeng, apalagi memanipulasi, mendramatisir sesuatu agar kelompok yang membelanya membenci kelompok lainnya, itu sama saja kan membenturkan ummat.

Dan seperti yang bisa ditebak esoknya medsos diramaikan dengan tagar #BubarkanBanser huhhh... Model begini ini kita sudah khatam brooo.. Dasarnya benci sama NU, benci sama ANSOR BANSER.. semua cara, semua drama, fitnah dibuat utk menjadikan BANSER musuh ummat.

Anda lupa, BANSER itu lahir dari rahim ummat... Kyai HASYIM, KYAI WAHAB yang merumat BANSER ini jadi jimatnya NKRI. Tobatlah menebar fitnah untuk menyudutkan BANSER... tobat brooo..

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids