Kiai Afifuddin Muhajir: Pertahankan Kesantunan Masyarakat Indonesia

Kiai Afifuddin Muhajir: Pertahankan Kesantunan Masyarakat Indonesia

Sejak dahulu, masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang santun dan toleran. Kekayaan alam yang berlimpah ruah, semarak kearifan lokal yang mengakar kuat, serta kebudayaan yang luhur menjadikan Indonesia sebagai negeri baldatun tayyibatun wa rabbul ghafur, yakni negeri yang penuh kedamaian dan kesejahteraan, baik secara sosial maupun kebudayaan.

Kekayaan luar biasa ini hendaknya disyukuri dengan cara terus menerus melestarikan kebudayaan yang ada. Dinamika perkembangan politik mutakhir yang cukup panas hingga membuat sebagian masyarakat terpecah belah, hendaknya tidak merusak martabat masyarakat Indonesia yang santun, ramah, dan toleran.

Menurut Kiai Afifuddin Muhajir, kebudayaan yang luhur di Indonesia jangan sampai terkoyak oleh kepentingan politik sesaat dan berjangka pendek. Kiai Afif menghimbau agar masyarakat menerima dan menghargai keputusan siapa pemenang dalam konteks politik mutakhir. Karena yang jauh lebih penting dari politik adalah kebudayaan luhur masyarakat Indonesia.

“Kondisi masyarakat yang aman dan tenteram mengindikasikan bahwa pelaksanaan pilpres ini bekerja cukup baik,” Jelas Kiai Afif menanggapi sidang perdana Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) untuk Pilpres 2019 sebagaimana dilansir NU Online, (16/6).

Kiai yang dikenal sebagai ahli fikih tersebut juga menambahkan, kesantunan dan keramahan sudah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Dengan sifat yang ramah dan santun, masyarakat Indonesia bisa menggapai kerukunan di antara masyarakat yang ada. “Pertahankan apa yang selama ini diakui sebagai ciri khas masyarakat Nusantara, yaitu kesantunan dan kerukunan,” pungkasnya.

Sumber: islamramah.co

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar