Kapolres Bangga Kiprah NU Jaga Suasana Aman di Mojokerto

Kapolres Bangga Kiprah NU Jaga Suasana Aman di Mojokerto

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto, Jawa  Timur mengapresiasi kinerja kepolisian sehingga dipercaya masyarakat. Hal tersebut berpengaruh kepada kian kondusifnya suasana di sejumlah kawasan.

Penegasan disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto,  KH Abdul Adzim Alawy saat melakukan silaturahim ke Polres Kabupaten Mojokerto, Kamis (11/7). Rombongan diterima hangat Kapolres, AKBP Setyo Koes Heriyatno dan beberapa penjabat utama Polres setempat.

"Kami dari NU sangat bannga dan gembira sekali dengan adanya hari Bhayangkara ke-73 ini. Apalagi kepolisian menurut survey termasuk lembaga yang dipercaya menjaga keaman Negara,” kata KH Abdul Adzim Alawy.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto menyampaikan bahwa sudah ada keinginan sebelumnya untuk bersilaturahim dan bersinergi dengan kepolisian. “Hal tersebut demi menjaga keamanan dan kondusifitas negara, khusunya di Mojokerto,” jelasnya.

Menurutnya, silaturahim sebagai ikhtiar agar suasana Kabupaten Mojokerto sebagai kawasan yang aman dan tentram. “Tentu kami berharap Mojokerto ini seperti yang disampaikan Allah dalam Al-Qur'an Surat Attin yakni sebagai kawasan yang aman. Sebab, dengan keamanan, kondusif dan ketentraman akan muncul kesejahteraan," tutur Kiai Abdul Adzim.

Sementara, Kapolres mengucapkan terima kasih karena selama ini NU turut andil dalam membantu menjaga keamanan di wilayah Kabupaten Mojokerto.

"Terbalik jika yang berterima kasih adalah NU. Justru kamilah yang seharusnya berterima kasih karena sangat terbantu,” kata Kapolres Kabupaten Mojokerto, Dengan bantuan kiai dan umat atau jamaahnya, maka kawasan ini menjadi aman, tentram, damai, dan sejuk, lanjutnya.

Dirinya juga menyatakan akan selalu siap bekerja sama dengan Nahdlatul Ulama. "Kami tidak bisa membalas apa-apa, selain selalu siap bekerja sama dengan kaum Nahdliyin," ungkapnya.

Selain silaturahim, rombongan NU Kabupaten Mojokerto juga menyerahkan cinderamata sebagai peringatan HUT Bhayangkara ke 73 dan tanda persahabatan.

"Cinderamata ini untuk kenang-kenangan dan sebagai tanda persahabatan kita sampai nanti di surga," tutur Kiai Adzim. (Syaiful Alfuat/Ibnu Nawawi/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar