Ansor Banser Harus Siap Jaga Kiai dan Bela NKRI

Ansor Banser Harus Siap Jaga Kiai dan Bela NKRI

Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) harus siap menjaga ulama dan kiai NU, khususnya bila setiap saat dipanggil oleh negara untuk berjuang demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Tugas kader-kader GP Ansor dan Banser dalam amaliah keseharian adalah menyebarkan nilai-nilai kebangsaan, keragaman, toleransi, dan kepedulian sosial kepada masyarakat luas serta membentengi kaum nahdliyin dengan ajaran Islam ala ahlussunnah waljamaah An-Nahdliyah," ujar Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gajah Mungkur, Kota Semarang, Jateng, Maksum.

Hal tersebut disampaikan di sela-sela Halal bi Halal Ansor dan Banser se-Kota Semarang dan pelantikan PAC GP Ansor Kecamatan Gajah Mungkur yang diselenggarakan Pengurus Cabang GP Ansor Kota Semarang, Ahad (30/6).

Dikatakan, Ansor yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama senantiasa siap di garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. Karenanya berjuang di GP Ansor harus diniatkan untuk membela tegaknya NKRI seperti yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa. "Ansor dan Banser siap berada i garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI," tandasnya.

Ansor, lanjutnya, harus ikut membentengi umat dari merebaknya faham-faham radikalisme dan terorisme. Dengan jalan Ansor dan Banser harus selalu hadir dalam setiap kegiatan-kegiatan masyarakat yang berbasis masjid maupun pesantren.

“Menjadi anggota Ansor dan Banser syaratnya cuma ada dua, yakni siap mengabdi pada kiai dan siap membela NKRI, makanya sikap Ansor Banser jelas, bahwa hubbul Wathon minal iman, cinta tanah air adalah sebagian dari iman,” tambah Maksum.

Acara yang digelar di Masjid Shodiqul Ibad Gajah Mungkur (30/6) merupakan tindak lanjut dari kegiatan rutinan Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor PC GP Ansor Kota Semarang.

Dalam rilis yang diterima NU Online, Kamis (4/7), Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Semarang, Rahul menjelaskan bahwa kaderisasi Ansor Banser sekarang ini difokuskan pada basis masjid dan majelis ta'lim. "Mengingat bahwa masjid-masjid NU ini banyak dikuasai oleh orang-orang yang notabene berpikiran radikal, sehingga harus kita tarik kembali agar tercipta suasana yang kondusif dan tidak dijadikan sebagai arena politik," tandasnya.

Dijelaskan Rahul, kegiatan Rijalul Ansor akan menjadi agenda rutin bulana yang dilaksanakan di 16 kecamatan di Kota Semarang. Selain itu pihaknya juga akan terus melaksanakan Diklatsar Banser dan menghidupkan majelis-majelis syi’ar keagamaan dan kebudayaan melalui Rijalul Ansor.

"Pesantren akan menjadi basis utama pergerakan kami, di mana ulama-ulama muda akan kita jadikan penyokong utama bagi gerakan ini,” terang Rahul.

Acara halal bi halal dan Pelantikan PAC GP Ansor Kecamatan Gajah Mungkur dihadiri oleh 500an jamaah dan anggota Ansor Banser Se-Kota Semarang tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Semarang H Hendar Prihadi.

Dalam sambutannya, dirinya berbagi pengalaman dalam penataan organisasi, serta mengajak semua elemen untuk menjaga kerukunan, persatuan, dan kesatuan bangsa.

Hendi panggilan akrabnya menekankan pentingnya Ansor untuk menjadi organisasi kader yang moderat dan senantiasa menjadi garda terdepan dalam merajut kebhinekaan yang ada di Indonesia. "Ansor itu sudah tidak seharusnya hanya bermanfaat bagi lingkungan Nahdlatul Ulama saja, melainkan harus mampu mewakafkan kader-kader terbaiknya ke ruang-ruang publik sesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh kader," ujarnya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, KH Anasom memberikan pembekalan nilai-nilai Aswaja sekaligus memaparkan sejarah perkembangan GP Ansor serta mengajak selalu berjuang untuk NU dan NKRI.

Kiai Anasom mengingatkan para kader Ansor untuk selalu dalam satu perahu dalam setiap ikhtiar penyebaran syi’ar ahlusunnah waljamaah dan nilai-nilai moderatisme dan kebangsaan, khususnya di Kota Semarang. (Red: Muiz/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids