Alhamdulillah, Anak-anak Papua Mondok di Pesantren Asuhan Gus Mus

Alhamdulillah, Anak-anak Papua Mondok di Pesantren Asuhan Gus Mus

Oleh: Dodik Ariyanto(fb)

"Assalamualaikum Pak, saya sudah ketemu dengan Ustadz Agus di bandara Juanda Surabaya"

Pesan singkat dari Pak Niko, driver langganan yg mengabarkan hadirnya para sedulur saya dari Papua.

Kebetulan beberapa urusan telah selesai, saya bersama Kak Rafi Adik Zivah dan Mama pun bergegas mengarahkan kendaraan meluncur ke Juanda.

Tak lama kami bertemu di Kantin depan Masjid Bandara, rasa haru bercampur senang berkumpul jadi satu saat bersalaman dgn Ustadz Agus dan kedua Bapak dari Papua.

Rasa Haru semakin mendominasi hati saya, saat kedua anak seumuran kak Rafi menjulurkan kedua tangannya utk salim kepada saya.

Reflek saya peluk mereka satu persatu, dan tak lupa mencium lembut kening mereka, yg bagian atasnya tertutup kopiah lusuh berwarna hitam.

"Mondoknya di paksa oleh orang tua atau mau sendiri?" tanya saya beberapa saat setelah mereka selesai makan.

"Mau sendiri Ustadz", jawab mereka hampir bersamaan, senyum malu malu khas Anak Papua tak pernah lepas dari wajah mereka yg terlihat sangat menyenangkan.



"Bapak, Ikhlas ya melepas anaknya belajar di jawa?", kini wajah saya menghadap ke sang Bapak Bapak dari kedua calon santti tersebut.

Mereka tidak langsung menjawab, kedua nya menatap dengan senyum tulus ke anak masing masing.

"InsyaAllah ikhlas Pak", sambil tetap memandang ke anak mereka yg kini mulai tertunduk namun tetap tersenyum.

ah...setahun lalu saya pernah merasakan perasaan ini, walaupun mondoknya dekat rumah, tetap saja melepas anak membutuhkan kekuatan hati, apalagi melepaskan anak kesebuah tempat yg jauh sekali dari rumah. Sorong - Rembang.

"Saya ingin anak saya kelak bisa mengajarkan Islam yg ramah di kampung halaman, saya ikhlas mereka menuntut ilmu agama di jawa", Lanjut salah satu Bapak yg sejak tadi diam, dengan logat papua yg kental.

Saya berjuang untuk tidak mengeluarkan air mata, wajah saya sebisa mungkin terus tersenyum, walaupun hati ini penuh dengan rasa haru sekaligus bangga dan hormat kepada Kedua Bapak dan Kedua Anak suku asli Kokoda Papua ini.

Dan Akhirnya hanya untaian shalawat, Do'a dan Fatihah mengiringi mereka melanjutkan perjalanan ke Ponpes Raudlatut Thalibin Leteh Rembang Asuhan Gus Mus.

Semoga kedua Ananda senantiasa dimudahkan dalam menuntut Ilmu.

Semoga kedua Ananda kelak menjadi orang Sholeh yg bermanfaat ilmunya.

Semoga para orang tua dari kedua Ananda, tetap ikhlas sabar melepas anak anak mereka.

Al Fatihah....

"Pak Niko Mas Agus, hati hati dijalan, ngga usah ngebut, kalau capek istirahat dahulu nggih Pak, Mas", pesen saya kepada Pak Niko dan Ustadz Agus, sebelum akhirnya kami saling uluk salam, dan mobil MPV keluaran terbaru itupun menyusuri jalan menuju ke Rembang.
Bismillahi tawaqaltu Alallah.

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids