Ustad yang Bikin Geli, Selalu Kaitkan Segitiga dengan Illuminati

Ustad yang Bikin Geli, Selalu Kaitkan Segitiga dengan Illuminati

Menyusul isu masjid Al Safar rancangan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang diklaim mirip simbol Illuminati, nama Dajjal menjadi perbincangan warganet hingga tagar #Dajjal menduduki trending topic Twitter pada Selasa siang, 11 Juni 2019.

Tak ketinggalan, seoang netizen agus Mulyadi membuat tulisan yang mengungkap kejanggalan apa yang disampaikan Rahmat Baequni sang penuduh Masjid rancangan RK mirip simbol Illuminati.

berikut postingan yang diunggahnya:

Heboh soal permasalahan Masjid Al-Safar yang oleh Ustad Rahmat Baequni dianggap menyerupai bentuk simbol illuminati bahkan sampai-sampai harus memaksa Gubernur Ridwan Kamil untuk angkat bicara memaksa saya untuk kemudian menonton video kajian Dauroh Akhir Zaman.

Saya tertarik dengan bagaimana Ustad Rahmat menyajikan argumentasinya dalam kajian yang penuh dengan takbir itu.

Total hampir dua jam saya menonton video kajiannya, dan yang saya rasakan adalah malu dan geli. Malu karena kok bisa-bisanya Islam jadi receh begini. Geli karena memang materi yang disampaikan sungguh-sungguh lucu.

Materi soal segitiga bermuda, misalnya. Ustad Rahmat menyebut segitiga bermuda adalah tempat azazil (iblis) membangun istana, itulah sebabnya banyak pesawat dan kapal hilang di sana. Sebab Azazil membangun istananya dari kristal cahaya. Kristal tersebutlah yang kemudian menutupi kapal dan pesawat yang melintas di sana. Kata ustad Rahmad, kristal Cahaya itu pula yang mampu membuat David Copperfield mampu menghilangkan patung liberty.

Tak cukup di situ, Ustad Rahmad menyebut bahwa Amerika dan Israel adalah negara bentukan Dajjal. Ia juga menyebut bahwa sebutan Paman Sam (Uncle Sam) ada hubungannya dengan panggilan Samiri, yang menurutnya adalah alter-nya Dajjal.

Bagi saya, itu jelas sangat menggelikan.

Yang lebih lucu lagi, tentu saja adalah ketika Ustad Rahmad membahas soal tahun 2000 atau milenium kedua. Ia menyebut bahwa Y2K (yang mana merupakan kependekan dari Year 2000) sebagai singkatan dari “Year of the Yesus Kingdom”

Dari sini saja sudah kelihatan sekali cocokologi ngawurnya. Yang menyebut Yesus sebagai Yesus itu ya cuma orang Indonesia, sedangkan kalau orang barat ya nyebutnya Jesus. Pakai J, bukan Y. Lha wong Yanto orang Mertoyudan itu kalau pindah ke Arkansas we berubah nama jadi Janto. Hehehe.

Nah, kalau yang paling membuat saya geleng-geleng kepala tentu saja adalah materi soal pesawat yang menabrak gedung kembar WTC. Ustad Rahmat menjelaskan materi othak-athik gathuk menggunakan nomor penerbangan pesawat penabrak Q33NY, nomor yang kalau dibuka di MS Word dan font-nya diganti dengan Wingdings akan menjadi simbol pesawat, note kembar, tengkorak, dan bintang daud.

Materi tersebut bukan hanya cocokologi, tapi juga hoax kuno yang sudah berkali-kali dibahas oleh banyak orang dan menyebar lewat milis sejak tahun 2001 lalu.

Materi tersebut tak diragukan lagi hoax-nya sebab nomor penerbangan pesawat yang menabrak WTC adalah AAL11 dengan nomor registrasi pesawat N334AA, dan UA175 dengan nomor registrasi pesawat N612UA. Jadi ya nggak ada itu nomor Q33NY. (Silakan lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Q33_NY)

Materi berikutnya, tak usahlah dibahas lagi. Apa yang bisa diharapkan dari materi konspirasi yang bahkan sudah jadi hoax sejak jaman Jin dan Jun. Lha gimana, Ustad Rahmat ini menyebut bahwa UFO adalah kendaraan pengintainya dajjal, Dajjal menyebarkan doktrin mata satu lewat film bajak laut Pirates of The Caribbean sampai tokoh Plankton di serial SpongeBob, sampai soal Olimpiade (termasuk juga Asian Games, PON, dan Porda) sebagai bagian dari usaha meneruskan penyembahan terhadap dewa Helios.

Ustad Rahmat boleh jadi memang menguasai ilmu agama yang cukup mendalam. Namun soal kemampuan menerima informasi tentang konspirasi, Ustad Rahmat bagi saya tak ubahnya seperti anak kecil yang pertama kali menonton video 3gp di hape Nokia 6600, dan kemudian sangat meyakini bahwa di salah satu belahan bumi, ada anak yang durhaka dan kemudian diazab menjadi ikan pari.

Ah, saya jadi ingat dengan sebuah quote dari seseorang yang nggak bijak-bijak amat: “Mabuk ciu surungane potil karo sagon, keser-keser sewengi, sesuk wis sadar. Tapi nek mabuk agama, surungane takbir, dikandani pirang-pirang tahun hurung mesti gelem sadar.”

Duh Gusti, paringono ekstasi...

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids