Lagi dan lagi, Ketum PBNU Tuntun Pria Bekasi Masuk Islam

Lagi dan lagi, Ketum PBNU Tuntun Pria Bekasi Masuk Islam

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menuntun pria dari Bekasi membaca dua kalimat syahadat di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (25/6) malam. Adapun yang menjadi saksi pada prosesi sakral itu Ketua PBNU H Marsudi Syuhud dan Wakil Sekjen PBNU H Andi Najmi Fuaidi.

"Sudah. Alfatihah," kata Kiai Said usai menuntun pria yang diketahui bernama Nindito Adisuryo (29) itu. Kemudian Kiai Said menambahkan namanya menjadi Akbar Nindito Adisuryo.

Di hadapan Akbar, Kiai Said menyampaikan tentang sejumlah kelebihan agama Islam, seperti orisinalitas kitab sucinya, Al-Qur'an. Menurut Kiai Said, hingga kini keaslian Al-Qur'an terjaga, yakni tidak berubah karena banyak yang menghafalnya.

"Banyak orang yang hafal Al-Qur'an dan kebanyakan orang Indonesia," ucapnya.

Kelebihan lainnya, ialah syariatnya yang juga tetap, seperti shalat yang dilaksanakan umat Islam lima kali sehari semalam dan menghadap ke kiblat.

Kiai Said juga menerangkan tentang agama Islam yang sangat menghargai agama lain. Itu dibuktikan dengan Nabi Muhammad yang sedih ketika Romawi (Katholik) kalah dalam peperangan melawan Persia (Majusi). Kemudian turun Surat Ar-Rum untuk menghibur Nabi.

Peristiwa sedih nabi juga dirasakan ketika gosip bermunculan di Madinah tentang Maryam yang dianggap melahirkan Yesus dari hasil zina. Allah pun lantas menurunkan satu surat penuh bernama Maryam.

Kemudian Kiai Said mengungkapkan ke Akbar bahwa Allah melarang seseorang memaksa orang lain untuk masuk kepada Islam. Hal itu pernah terjadi ketika Nabi Muhammad mengetahui seorang sahabat yang memaksa anaknya untuk memeluk agama Islam.

Bahkan, sahabat tersebut mengancam akan membunuh anaknya tersebut jika tidak masuk Islam. Atas peristiwa tersebut, turunlah ayat yang menerangkan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama.

"Itu ayah maksa anak untuk masuk Islam tidak boleh, apalagi orang lain," ucapnya.

Hadir pada prosesi sakral itu, Bendahara Umum PBNU H Ing Bina Suhendra, Wasekjen PBNU Sulthon Fathoni, Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen, dan Direktur NU Care Lazisnu Ahmad Sudrajat. (Husni Sahal/Fathoni/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar