Ketum PBNU Pimpin Shalat Ghaib untuk Ani Yudhoyono

Ketum PBNU Pimpin Shalat Ghaib untuk Ani Yudhoyono

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bersama sejumlah pimpinan PBNU serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar shalat ghaib atas meninggalnya istri presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono. Shalat ghaib diadakan di Masjid area Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Cipedak, Jagakarsa, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (1/6) seusai buka bersama.

"Saya Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengucapkan innalillahi wa innailaihi raji'un," kata Kiai Said selepas melaksanakan shalat ghaib.

Menurut Kiai Said, semasa menjalani perawatan, Ani Yudhoyono sabar dan tabah dalam menghadapi penyakit yang lama dideritanya. "Semoga semua amal shalihnya diterima oleh Allah dan segala kekhilafannya diampuni oleh-Nya, dan arwahnya diterima di sisi-Nya dalam surganya yang penuh nikmat dan rahmat itu," ucapnya.

Sebelumnya, Mustasyar PBNU KH Ma'ruf Amin dan istri sempat menjenguk Ani Yudhoyono. Kunjungan itu disampaikan Kiai Ma'ruf melalui akun Instagramnya pada Jumat (31/5/2019).

"Bismillahirraahmanirrahiim. Hari ini saya bertolak ke Singapura untuk menjenguk Ibu Ani Yudhoyono yang sedang dirawat di rumah sakit National University Hospital (NUH). Ibu Ani adalah sosok yang kuat meskipun kini beliau tengah berjuang melawan penyakit kanker darah," tulis Kiai Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf menyebut Ibu Ani sebagai sosok yang kuat. Dia pun mendoakan agar Ibu Ani segera diberi kesembuhan.

Sebagaimana diketahui, Ani Yudhoyono telah menjalani perawatan penyakit kanker darah yang dideritanya sejak Februari lalu di National University Hospital Singapura.

Kiai Said sendiri sempat menjenguk Ani Yudhoyono di National University Hospital Singapura pada Senin (18/3). Kiai Said yang saat itu datang bersama Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini dan Ketua PBNU Robikin Emhas disambut langsung SBY.

Dalam kesempatan tersebut Kiai Said memimpin doa untuk kesembuhan Ibu Ani yang diamini oleh SBY dan rombongan PBNU. Kini, setelah beberapa bulan menjalani perawatan tersebut, Ani Yudhoyono menghembuskan nafas terakhir National University Hospital (NUH) Singapura. Sabtu (1/6) pukul 11.50 waktu Singapura.

Sebelum dinyatakan meninggal, Ani sudah beberapa kali menjalani tindakan medis, salah satunya transplantasi sumsum tulang belakang yang didonorkan oleh adiknya, yakni Pramono Edhie Wibowo. Namun, operasi tersebut tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap kesembuhan Ani. Bahkan, Ani sempat mendapat perawatan intensif di ICU beberapa hari usai operasi.

Ani Yudhoyono yang memiliki nama asli Kristiani Herrawati ini lahir di Yogyakarta 6 Juli 1952. Ani adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Letnan Jendral (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dan Hj Sunarti Sri Hadiyah. Ani Yudhoyono menikah dengan SBY pada 30 Juli 1976. Saat itu, SBY baru saja dilantik menjadi Perwira TNI dan menjadi lulusan terbaik. (Husni Sahal/Muiz/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids