Indonesia kepada AS Soal Isu Palestina: Kalian Sendirian

Indonesia kepada AS Soal Isu Palestina: Kalian Sendirian

Indonesia menganggap Amerika Serikat berdiri sendiri lantaran tidak ada negara yang sependapat dengannya terkait penyelesaian konflik Palestina-Israel dalam forum internasional, terutama di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Febrian Aplhyanto Ruddyard, mengatakan posisi Negeri Paman Sam yang tersudutkan itu terlihat dalam diskusi informal DK PBB terkait pendudukan ilegal Israel di tanah Palestina pada 9 Mei lalu di New York.

Dalam diskusi itu, Febrian mengakui bahwa utusan AS, Jason Greenblatt, mencerca tema yang diusung Indonesia tersebut. Ia menganggap bahwa pertemuan itu tidak berguna lantaran membahas isu lama yang sudah usang.

Namun, Febrian mengklaim bahwa hanya AS lah yang memiliki pendapat seperti itu, sementara 14 negara DK PBB lainnya mendukung gagasan Indonesia bahwa isu permukiman ilegal Israel penting untuk dibahas demi memajukan perdamaian di Timur Tengah.

"Dari semua negara DK PBB, hanya satu negara (AS) itu yang berbeda pendapat. Empat belas negara DK PBB lain menganggap permukiman ilegal Israel ini merupakan suatu masalah," kata Febrian dalam jumpa pers di Kemlu, Jakarta, Selasa (11/6).

"Kami ingin menunjukkan kepada AS bahwa 'kalian itu sendirian', bahwa banyak negara yang kami pikir tidak akan mendukung diskusi tersebut malah mendukung. Ini  menunjukkan kalau AS berbeda sendiri dalam isu ini."

Febrian menegaskan isu Palestina memang merupakan salah satu prioritas Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB hingga akhir 2020 mendatang.

Sementara itu, sejak Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Desember 2017 lalu, AS terus mengambil langkah kontroversial dalam menanggapi konflik Palestina-Israel.

Langkah kontroversial AS membuat Washington menjadi sasaran kecaman dari komunitas internasional, termasuk negara Arab dan sekutu-sekutunya seperti Inggris dan Perancis.

Setelah resmi memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, baru-baru ini AS melalui duta besarnya untuk Israel, David Friedman, juga menyatakan pencaplokan Israel terhadap Tepi Barat adalah sah.

Tepi Barat merupakan salah satu wilayah yang masih menjadi sengketa antara Israel-Palestina selain status Kota Yerusalem.

Sejak menduduki Tepi Barat pada 1967 lalu, Israel terus memperluas permukiman di wilayah itu meski pendudukan tersebut dinilai tidak sah oleh komunitas internasional.

Selain itu, pendudukan Israel di Tepi Barat juga dianggap sebagai penghalang utama bagi perdamaian karena permukiman dibangun di atas tanah yang dianggap Palestina merupakan bagian dari negara masa depan mereka.

Indonesia mengecam keras pernyataan Friedman tersebut. Febrian menganggap klaim sepihak AS soal status Tepi Barat tidak berdasar.

"Kalau mengklaim sih boleh aja, tapi dasarnya apa. Sudah banyak resolusi-resolusi internasional, termasuk resolusi DK PBB yang dikeluarkan dan tidak ada satu pun (resolusi) yang menyatakan (klaim AS) tersebut," kata Febrian. (rds/has)

Sumber: cnnindonesia.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar