Agar Terkesan Religius, tapi Tulisan Arabnya Asal-asalan

Agar Terkesan Religius, tapi Tulisan Arabnya Asal-asalan

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memiliki salah satu karya unik, yang mana setiap papan nama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dibubuhi tulisan arab. Sangat mencitrakan nilai religius daerah berjuluk Kota Seribu Pesantren.

Namun, ada beberapa kekeliruan jika dicermati. Salah satunya penulisan kata “dinas” yang memiliki dua versi di Kantor Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dan beberapa SKPD lainnya tertulis huruf arab dal, ya, nun dengan alif dan sin.

Sementara di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta SKPD lainnya “dinas” ditulis dengan huruf dal, ya, nun dan sin. Tidak ada alif pada tulisan dinas tersebut.

Dosen Mata Kuliah Imla dan Trans Literasi di IAIC Cipasung Tasikmalaya Asep M Tamam mengakui banyak tulisan arab keliru di papan nama kantor SKPD. Dia pun tengah mengamati hal tersebut.

“Bukan salah, tapi tidak sesuai dengan kaidah (ilmu Imla, Red),” ujarnya saat berbincang dengan Radar, di kediamannya di Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya belum lama ini.

Menurutnya, dalam ilmu Imla yang mengacu pada Arab Pegon, kata “dinas” yang tepat yakni dal, ya, nun dengan alif dan sin. Adanya huruf alif menunjukkan nun di situ dibaca na. “Kalau tidak pakai alif, bisa dibaca dinis atau dinus karena tidak jelas,” ungkapnya.

Asep yang telah menulis 200 karya kaligrafi di berbagai masjid tersebut mengungkapkan kekeliruan juga terletak di penulisan “badan” di kantor BPPD dan BPKAD. Di situ tertulis huruf arab ba, dal, alif dan nun. “Kalau berdasarkan Arab Pegon, setelah ba itu harus ada alif, seperti setelah dal,” tuturnya.

Dijelaskan Asep, untuk penulisan Bahasa Indonesia dengan huruf Arab, ada namanya Imla yang mengacu Arab Pegon. Terkait tulisan di kantor SKPD menurutnya cenderung asal-asalan.

“Ini banyak keliru, tentu bagi yang tak paham pasti tidak mengerti. Padahal menulis Bahasa Indonesia ke tulisan arab harus sesuai kaidahnya,” terang dia.

Kekeliruan terbilang parah, kata Asep, terjadi dalam penulisan arab di Dinas Industri dan Perdagangan (Indag). Di sana tidak menggunakan Imla, namun bahasa arab murni. Di situ tertulis kata perdagangan di tulis “attijah”. “Seharusnya ada huruf ra, jadi attijarah yang artinya perdagangan,” paparnya.

Saat Radar hendak meminta klarifikasi, Sekda Kabupaten Tasikmalaya H Iin Aminudin belum memberikan penjelasan. Pun ketika dihubungi melalui pesan singkat dan sambungan telepon, dia belum merespons terkait banyaknya penulisan huruf arab yang keliru.

Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Heri Sogiri mengatakan penulisan arab tersebut merupakan imbauan Bupati Tasikmalaya saat dipimpin H Uu Ruzhanul Ulum. Untuk pengerjaannya, kata dia, tidak dilakukan oleh satu dinas. Melainkan oleh dikerjakan masing-masing SKPD. ”Jadi setiap SKPD yang membuat tulisan arab itu,” tuturnya.

Ditanya ada tidaknya kajian terlebih dahulu dalam penulisan arab tersebut, Heri mengaku tidak ada. “Henteu asa na mah, tapi duka batur mah, (Perasaan tidak ada, tapi tidak tahu kalau yang lain,)” terangnya.

Ketika ditanya berapa anggaran untuk membubuhkan tulisan arab tersebut, Heri enggan menjawab. Dia malah menyarankan untuk menanyakan lebih jelasnya ke Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. “Tanya ke bagian hukum saja,” pungkasnya.

Sumber: Radartasikmalaya.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar