Selama Mudik, Banser Siapkan 830 Posko Mudik Mandiri

Selama Mudik, Banser Siapkan 830 Posko Mudik Mandiri

Pengabdian tanpa batas. Mungkin inilah kalimat yang pas untuk anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai pasukan inti dari  Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Meskipun mayoritas warga sibuk dengan persiapan mudik dan kegiatan lain, tidak demikian dengan Banser.

“Satuan khusus Balantas atau Banser Lalu Lintas dibantu satuan lainnya seperti Basada yakni Banser Kesehatan hampir di semua daerah khususnya Jawa dan Sumatera  justru mempersiapkan posko mudik mandiri,” kata H Alfa  Isneini, Kamis (30/5). Itu dilakukan untuk membantu pengguna jalan yang akan mudik ke kampung halaman, lanjutnya.       

Menurut Kepala Banser Nasional tersebut, di sepanjang jalan, mulai dari ibu kota Jakarta hingga kabupaten telah berdiri posko dengan berbagai fasilitas. “Fasilitas istirahat, tempat shalat, toilet, bengkel, pijat refleksi, makan ringan dan lainnya, termasuk tambal ban,” ungkap Alfa.

Dijelaskan bahwa pendirian posko mudik sudah berlangsung sejak lama, yakni setiap Idul Fitri tiba. “Selain mendirikan posko singgah atau istirahat mandiri, Banser juga bergabung  dengan pihak kepolisian untuk menjaga posko mudik yang digelar Kepolisian bersama komponen masyarakat lain,” terangnya.

Atas partisipasi ini beberapa kali Pimpinan Pusat GP Ansor sebagai penanggung jawab kegiatan mendapat penghargaan dari Kapolri.

"Nawaitu atau niat kami untuk membantu masyarakat. Penghargaan dari Kapolri itu justru menjadi motivasi kami untuk meningkatkan pengabdian kepada masyarakat," ungkapnya.

Dari data yang dihimpun, tahun ini setidaknya ada 830 posko musik. “Awalnya kita persiapkan 380 pos.Namun dalam perkembangannya telah berdiri sekitar 830 lebih posko yang didirikan oleh Banser,” jelasnya.

Sejumlah posko yang ada dikoordinasikan pimpinan wilayah di masing-masing daerah dan pimpinan cabang dan dikendalikan pimpinan pusat GP Ansor.

“Contohnya di Jawa Tengah saja udah berdiri lebih dari 300 posko, baik yang didirikan di jalur pantai utara atau Pantura maupun jalur tengah dan jalur selatan,” urainya. Belum lagi di kawasan Jawa Barat, Yogjakarta dan Jawa Timur hingga Sumatera, lanjutnya.             

Disinggung soal dana, Alfa memastikan seluruh posko didirikan secara mandiri. "Namanya saja posko mandiri. Jadi semua biaya ditanggung Banser dan bantuan warga sekitar, " katanya.

Dan untuk memudahkan koordinasi, lanjut Alfa, posko didirikan di tempat strategis yang dekat masjid dan mushalla, atau pom bensin. "Dipilih tempat-tempat itu untuk menudahkan pemudik yang ingin istirahat setelah menempuh perjalanan jauh," terangnya.     

Dirinya juga mengemukakan bahwa ada juga yang gabung dengan posko polisi. “Tidak semua daerah bikin posko sendiri. Sebagian gabung dengan posko yang didirikan kepolisian. Misalnya di Kediri dan sekitarnya, Banser gabung dengan pihak kepolisian," ungkapnya.

“Intinya pengabdian anggota bisa di mana-mana, termasuk membantu posko yang didirikan polisi," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor H Yaqut Cholil Qomas.         

Posko-posko ini akan beroperasi mulai akhir Mei sampai 12 Juni.

"Kami berharap warga pengguna jalan bisa memanfaatkan dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Karena posko-posko yang didirikan Banser menyediakan berbagai fasilitas,” ungkapnya.

Menurut Gus Yaqut, di setiap posko disediakan P3K, ambulance, bengkel, pijat refleksi, kamar mandi, masjid, halaman parkir, tempat makan 24 jam, dan tambal ban. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar