Prof Quraish Shihab: Dakwah Jangan Memaki-Maki

Prof Quraish Shihab: Dakwah Jangan Memaki-Maki

Di bulan Ramadhan syiar dan dakwah agama Islam semarak dilaksanakan di berbagai pelosok Tanah Air, bahkan di berbagai penjuru dunia. Semangat untuk berlomba-lomba menyampaikan pesan agama harus diapresiasi sebagai bentuk kebahagiaan umat menyambut Bulan Suci Ramadhan. Namun demikian, dalam berdakwah hendaknya tidak menggunakan kata-kata yang mengandung kebencian seperti memaki-maki.

Selaras dengan itu, menurut Prof Dr Quraish Shihab, dakwah jangan sampai memaki-maki, sebab hal itu bertentangan dengan ajaran dakwah Islam yang senantiasa mengetengahkan kelembutan dan kasih sayang. Menurutnya, indikator kesuksesan dakwah bisa dilihat dari dua hal. Pertama, orang yang mendengarkan dakwah bertambah pengetahuannya tentang ajaran agama Islam setelah mengikuti dakwah tersebut. Kedua, bertambah kesadarannya dalam menunaikan kewajibannya sebagai umat beragama.

“Boleh jadi semua orang sudah tahu shalat shubuh dua rakaat, boleh jadi saya masih harus terangkan itu bukan dalam konteks menerangkan ilmunya. Tetapi bagaimana kita gugah dia. Sehingga bertambah pengetahuannya dan bertambah kesadarannya beragama,” jelas ahli tafsir terkemuka itu dalam sebuah video Youtube yang diunggah akun Mata Najwa, Kamis (9/5).

Menurut Prof Quraish, dakwah tanpa kedua indikator di atas berarti dakwah itu tidak cukup berhasil. Pasalnya, dakwah pada hakikatnya adalah mengajak orang untuk meningkatkan kualitas dalam beragama. “Tanpa itu, bukan dakwah yang sukses. Itu dua indikatornya,” terangnya.

Pendiri Pusat Studi Ilmu Al-Quran itu juga mengingatkan agar tidak menyampaikan dakwah dengan kata-kata yang kotor, yang tidak layak diucapkan di depan public, seperti memaki-maki, mencela, apalagi menebar kebencian bagi orang lain. “Jangan memaki ketika menyampaikan dakwah,” pungkasnya.[islamramah.co]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar