Masjid Sekarang Butuh Khatib yang Menyejukkan

Masjid Sekarang Butuh Khatib yang Menyejukkan

Dalam rangka memperbaiki kualitas masjid-masjid di wilayah kementerian dan lembaga, Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia menyelenggarakan acara Temu Konsultasi Pengelolaan Masjid di Lingkungan Kementerian dan Lembaga, pada Rabu – Jumat (8-10/5), yang bertempat di Hotel Savero, Kota Depok.

Ahmad Zamroni, yang bertindak sebagai Ketua Panitia dalam acara ini mengatakan bahwa selama ini masjid-masjid khususnya di lingkungan kementerian dan lembaga hanya terbatas pada pengaturan imam saja. Sementara pengelolaan manajemen, baik dari kebersihan, kualitas takmir dan khatib, serta hal-hal lain sebagainya masih belum banyak diperhatikan.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah H. Moh. Agus Salim menegaskan bahwa Kementerian Agama memang sudah tugasnya untuk mengurusi masjid-masjid, karena hanya kementerian agama lah yang berada di eselon tiga yang mengurusi masjid.

Selain itu, ia juga menyinggung secara serius mengenai isu-isu yang berkaitan dengan adanya unsur radikalisme yang masuk ke masjid. Walaupun pada dasarnya tidak ada masjid yang radikal atau memiliki pengurus masjid yang radikal, akan tetapi ketika masjid sudah tidak dirawat maka pada saat itulah potensi besar masuknya orang yang memiliki paham radikalisme ke masjid tersebut.

Oleh sebab itu, lanjutnya, Kementerian Agama saat ini terus melakukan pendataan terhadap masjid-masjid yang ada di Indonesia yang kemudian akan dihimpun dalam Aplikasi Bimas.

Sementara itu, terdapat beberapa isu aktual tentang kemasjidan yang saat ini memang menjadi fokus oleh Kementerian Agama. “Yang pertama, belum selesainya pendataan masjid secara nasional, itu terjadi karena ada masjid-masjid yang baru dan masjid yang ada penambahan di perumahan,” tuturnya.

Kedua, belum meratanya sarana dan prasarana di masjid dan mushalla. “Kita akui memang kualitas sarana dan prasarana belum merata di semua masjid dan mushalla,” tegasnya.

Hal lain yang menjadi catatan oleh H. Agus Salim bahwa kualitas imam masjid juga harus diperhatikan, dan remaja masjid juga harus diberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan masjid. “Kementerian agama sudah mengatur, yang pertama tentang tipologi imam… Selanjutnya kualitas pengelolaan masjid yang belum merata,” jelasnya.

Mengenai isu-isu radikalisme, H. Agus Salim juga mengatakan bahwa selanjutnya akan dilakukan pencarian khatib-khatib yang ceramahnya dapat menyejukkan. “Apalagi kondisi bangsa sekarang kita butuh yang menyejukkan, tidak radikal,” pintanya.

Dia juga pernah bercerita bahwa pernah terjadi di Tangerang Selatan ada suatu masjid yang didatangi oleh orang yang tidak dikenal. Orangnya sopan, halus sehingga akhirnya banyak orang yang tertarik dengan orang baru tersebut. Namun pada akhirnya orang tersebut ternyata mendoktrin masyarakat untuk radikal.

Untuk diketahui, acara Temu Konsultasi Pengelolaan Masjid di Lingkungan Kementerian dan Lembaga yang dilaksanakan selama tiga hari ini mengundang pejabat maupun staf dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI.[Harakatuna.com]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids