Ketua PWNU NTB: Yang Suka Mencaci, Bukan dari NU

Ketua PWNU NTB: Yang Suka Mencaci, Bukan dari NU

Ketua PWNU Nusa Tenggara Barat (NTB),   TGH. Masnun Thahir mengajak warga mengisi bulan suci Ramadhan dengan melaksanakan tradisi-tradisi kaidah yang diajarkan para tuan guru, kiai dan ulama.

"Tradisi yang pertama dari NU yaitu memuliakan tuan guru, kiyai dan ulama. Selanjutnya tradisi-tradisi pengajian kita jaga dan laksanakan," tukasnya saat memberikan tausiyah dalam acara Peringatan Nuzulul Qur'an dan Tabligh Akbar di Masjid Baiturrahim Mesaleng, Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, NTB, Kamis (16/5/)

Menurutnya, Nahdliyyin adalah warga yang sami'na wa atho'na (patuh dan taat) pada ulama. Karena itu,  mereka menempatkan ulama dalam posisi yang mulya.

"Kalau tidak senang lihat Ulama, maka itu bukan tradisi yang diajarkan NU. Apalagi yang suka mencaci maki, itu bukan Ulama dan bukan dari NU," tegas Wakil Rektor 1 UIN Mataram ini

Ia menambahkan, untuk mengisi bulan Ramdhan agar menjadi lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya, mesti tahu kebiasaan-kebiasaan dan juga kaidah-kaidah yang diajarkan langsung oleh para tuan guru, kiai dan ulama. Diantara kebiasaan itu adalah membaca Al-Quran dengan istiqamah.

"Mari kita mengisi bulan puasa ini dengan membaca Al-Quran dan melaksanakan amalan-amalan," pintanya

Acara yang digelar oleh Remaja Masjid Baiturrahim Mesaleng tersebut dihadiri oleh Syaikh Muhammad Abdurrahim Al-Wushobi Yaman, TGH. L.M. Turmudzi Badarudin, TGH. Zarkasyi Efendi, TGH. Izuddin Thoyib, TGH. Habiburrahman, TGH. L.M. Tamim Ali Akso, serta para jama'ah setempat.

Sebelum Tabligh Akbar dan Nuzulul Qur'an, bersama masyarakat dilaksanakan zikir dan do'a serta buka puasa bersama.

"Acara ini telah menjadi tradisi kami, khususnya para masyarakat kami disini. Setiap tahun selalu hadir para ulama, syaikh dari Yaman," kata Ketua Remaja Masjid Baiturrahim Mesaleng, Saiful Muslim.

Selain itu, dalam rangkaian acara tersebut, juga digelar Ngursisan. Yaitu tradisi cukur rambut  bagi anak-anak yang dilakukan oleh Syekh Muhammad Abdurrahim Al-Wushobi dan TGH. L.M. Turmudzi Badarudin.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para Syekh dan Guru kami serta PW NU NTB yang hadir," lanjutnya. (Hadi/Aryudi AR/NU Online).

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids