Dipaksa Keluarkan Fatwa Pemilu Curang, ini Jawaban Mbah Maimoen

Dipaksa Keluarkan Fatwa Pemilu Curang, ini Jawaban Mbah Maimoen

Sebuah rekaman video pertemuan KH Maimoen Zubair dan diduga keponakannya, M Ishaq Masykuri atau disebut netizn sebagai Gus Ishaq, viral di twitter. Dalam video itu Gus Ishaq mengajak Mbah Moen melakukan mubahalah mengenai isu Pemilu curang. Bahkan disebutkan Gus Ishaq meminta Mbah Moen mengeluarkan fatwa.

Video berdurasi 1 menit 55 detik itu dikonfirmasi terjadi di kediaman Mbah Moen di Kompleks Ponpes Al-Anwar, Sarang, Rembang. Ishaq dalam pernyataannya menyebut pengalaman Pemilu 2014 dicurigai ada kecurangan sehingga Prabowo kalah.

"Pengalaman 14 (2014) di MK dikalahkan, sebelum selesai (sudah) dikalahkan. Dulu 14 dicurigai kecurangan tapi Prabowo legowo, Mbah. Sekarang sudah siap tidak mungkin mundur," kata Gus Ishaq dengan bahasa Jawa dalam video itu.

Tidak terdengar jelas apa respon Mbah Moen menanggapi pernyataan Gus Ishaq. Kemudian Gus Ishaq kembali menegaskan jika ada 'gegeran' maka rakyat menjadi korban.

"Sampai gegeran kasihan rakyat jadi korban. Sana curang, Mbah, saya sanggup membuktikan," lanjut Gus Ishaq yang juga merupakan kerabat Mbah Moen.

Kemudian terdengar ada pernyataan siap sumpah Mubahalah atau sumpah di bawah Al Quran. Kemudian Gus Ishaq saling meyakini jika beda pilihan yaitu dia yakin Prabowo-Sandi menang dan Mbah Moen yakin Jokowi-Maruf menang.

Saat itu Mbah Moen menjawab santai, "Mubahalah barang ki ya lah apa (pakai sumpah mubahalah segala itu ya buat apa)," kata Mbah Moen

Gus Ishaq merespon jawaban santai Mbah Moen itu dengan mengatakan bahwa berani melakukan sumpah mubahalah karena sudah mentog (terbentur jalan buntu dari puncak ikhtiar).

Kemudian suara lantang Gus Ishaq mulai mereda dan ia meminta maaf jika dianggap kurang sopan saat menyampaikan pendapat di sana.

Berikut videonya:


Sementara itu salah satu orang dekat Mbah Moen, Ahmad Asyrofi, mengatakan pertemuan itu terjadi hari Selasa 7 Mei 2019 lalu usai Maghrib. Dalam pertemuan itu Mbah Moen menolak permintaan untuk mengeluarkan fatwa pemilu curang.

"Iya, simbah (Mbah Moen) menolak," kata pria yang akrab disapa Arof itu. "Mbah Moen tetap mendukung 01 dan menyerahkan prosesnya kepada KPU, Bawaslu, dan MK," imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Gus Ishaq menjelaskan pertemuan dengan Mbah Moen merupakan rentetan kunjungan dirinya dengan para kiai di Jawa Timur. Ia bermaksud agar Mbah Moen sanggup menjembatani masalah dugaan kecurangan tersebut.

"Kalau bisa ikut menangani, ikut menjembatani. (Mbah Moen) Ke 01 tapi kan orang sepuh nyatanya Pak Prabowo diterima," kata Gus Ishaq.[Detik.com/ed]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar