Model Shaf Shalat di GBK, Sah tapi Makruh dan Tidak Mendapat Fadhilah Jamaah

Model Shaf Shalat di GBK, Sah tapi Makruh dan Tidak Mendapat Fadhilah Jamaah

Muslimoderat.net -- Dari foto-foto acara subuh Kampanye berjama'ah di Gelora Bung Karono (GBK) pendukung Capres-Cawapres 02, Prabowo-Sandi, diketahui mereka ketika sholat berjama'ah bercampur antara laki-laki dan perempuan, sedangkan shafnya ada yang berjajar antara lelaki dan perempuan, ada yang laki-laki dibelakang perempuan.

Bagaimana Hukumnya dalam Fiqih?

Dalam shalat berjamaah terdapat beberapa aturan main yang sebaiknya dilakukan jamaah, baik laki-laki maupun perempuan agar sesuai dengan tuntutan Rasulullah saw. Di antaranya adalah aturan main soal shaf atau barisan dalam shalat. Dalam sebuah hadits dikatakan sebagai berikut:

   خَيْرُ صُفُوفِ اَلرِّجَالِ أَوَّلُهَا، وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ اَلنِّسَاءِ آخِرُهَا، وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا -رَوَاهُ مُسْلِمٌ

“Sebaik-baiknya shaf laki-laki adalah yang shaf yang pertama, dan seburuk-buruknya shaf mereka adalah yang paling terakhir. Sedang sebaik-baiknya shaf perempuan adalah yang paling akhir, dan seburuk-buruknya adalah yang pertama” (H.R. Muslim)

Batalkah Shalatnya? shalatnya laki-laki yang berjamaah di belakang shaf perempuan tidak batal.  Begitu juga tidak batal shalat orang yang di depannya dan shalatnya perempuan sebagaimana perempuan yang berdiri bukan dalam shalat.

 وَقَالَ الْجُمْهُورُ غَيْرُ الْحَنَفِيَّةِ:إِنْ وَقَفَتِ الْمَرْأَةُ فِي صَفِّ الرِّجَالِ لَمْ تَبْطُلْ صَلَاةُ مَنْ يَلِيهَا وَلَاصَلَاةُ مَنْ خَلْفَهَا، فَلَا يَمْنَعُ وُجُودُ صَفٍّ تَامٍّ مِنَ النِّسَاءِ اِقْتِدَاءُ مَنْ خَلْفَهُنَّ مِنَ الرِّجَالِ، وَلَا تَبْطُلُ صَلَاةُ مَنْ أَمَامَهَا، وَلَا صَلَاتُهَا، كَمَا لَوْ وَقَفَتْ فِي غَيْرِ صَلَاةٍ،

“Jumhurul ulama selain berpendapat; jika perempuan berdiri di shaf laki-laki maka shalatnya orang yang ada di sebelahnya tidak batal, begitu juga shalat orang yang ada di belakangnya. Karena itu adanya shaf perempuan yang sempurna tidak bisa menghalangi mengikutinya orang laki-laki yang ada di belakangnya. Dan tidak batal shalat orang yang ada di depan perempuan, begitu juga shalatnya perempuan. Hal ini sebagaimana ia berdiri pada selain shalat” (Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuhu, Damaskus-Dar al-Fikr, cet ke-4, edisi revisi, juz, 2, h. 402)

Baguskah Shalat model seperti ini?

Keterangan dalam kitab I’aanah at-Thoolibiin II/25 :

ويقف خلف الإمام الرجال ثم الصبيان ثم النساء
قوله"ويقف" أي ويسن إذا تعددت أصناف المأمومين أن يقف خلفه الرجال ولو أرقاء ثم بعدهم إن كمل صفهم الصبيان ثم بعدهم وإن 
لم يكمل صفهم النساء إلى أن قال...ومتى خولف الترتيب المذكور كره

"Urutan Shaf yang disunnahkan adalah berdiri dibelakang imam makmum laki-laki, kemudian anak-anak, kemudian makmum wanita. (keterangan Berdirilah dibelakang imam) artinya disunahkan bila barisan shalat banyak dibelakang imam kaum laki-laki meskipun hamba sahaya, kemudian setelah shafnya penuh, dibelakangnya anak-anak, kemudian dibelakangnya meskipun barisannya belum penuh kaum wanita….  Dan bila urutan Shaf menyalahi aturan diatas maka hukumnya makruh".

Tambahan keterangan dalam Hasyiyah al-Mahally I/239 :

وكل ما ذكر مستحب ومخالفته لا تبطل الصلاة
قوله ومخالفته لا تبطل الصلاة لكنها مكروهة تفوت فضيلة الجماعة علي الامام ومن معه ولو مع الجهل

"Semua yang diterangkan di atas adalah kesunahan dan jika urutan Shaf tidak demikian maka tidak sampai membatalkan shalat, akan tetapi hukumnya makruh dan terputus Fadhilah Jamaah"

Jadi kesimpulannya, Model Shalat kamapanye di GBK kemarin hukumnya tetap sah, tapi Makruh dan tidak mendapat fadhilah jamaah.

Sumber: Ngaji.web.id

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar