Tasrif Lucu ala Maheer at Tuwailibi "Talafa-Yutlifu-Talafan"

Tasrif Lucu ala Maheer at Tuwailibi "Talafa-Yutlifu-Talafan"

Setelah Tengku Zulkarnain yang videonya viral karena salah men-tasrif lafadz Kafir dan Haikal Hasan yang ngaur memaknai lafadz Kuffar(karena ketidak tahuan soal Nahwu), kini giliran Maaher At Thuwailibi yang menjadi sasaran bully warganet karena tak bisa men-tasrif lafadz Talafi.

Dalam video berdurasi 12 detik yang diposting akun Facebook Assalaf ID, Maaher men-tasrif kata Talafa. Ia menyebut Talafa (Fiil Madli) Yutlifu (Fiil Mudlari) Talafan (Masdar).

Berikut videonya :



Tasrif ala Maaher tersebut jelas-jelas ngaur. Yang benar adalah Talifa Yatlafu Talafan mengikuti wazan Fa'ila Yaf'alu, sedangkan menurut Kamus Al Maany adalah : Talafa (ain fiil dibaca fathah) Yatlafu (ain fiil dibaca fathah) Talafan, atau Talifa (ain fiil dibaca kasroh) Yatlifu (ain fiil dibaca kasroh) Talafan.

Kesalahan Maaher terletak pada fiil mudhori'-nya. Kalau fiil madli-nya berupa Talafa (Tsulatsi Mujarrod) maka fiil mudlori'-nya seharusnya Yatlafu (huruf mudloro'ah yakni Ya' dibaca fathah). Kalau dibaca dlommah  (Yutlifu) seperti tasrifan Maaher berarti bukan tsulatsi mujarrod lagi tapi berubah menjadi tsulatsi mazid mengikuti wazan Af'ala Yuf'ilu If'aalan (Atlafa Yutlifu Itlaafan).

Sering Menyalahkan Pendapat Ulama NU
Maheer ini sangat sering mengomentari Ulama NU bahkan mengomentari hasil Munas NU soal Kafir, tapi ternyata dia sendiri ilmu tasrif saja tidak bisa.

Lucunya itu disini, tasrifan saja tidak bisa, tapi mengomentari keputusan Bahtsul Masail Ulama NU bahkan menuduh para Ulama NU sesat, liberal dan gagar otak(videonya trsebar di media sosial), padahal Bahtsul Masail itu Kajian Fiqih kelas tinggi, hanya Ulama-ulama yang ber ilmu tinggi yang berani ikut diskusi ilmiyah ini.

Jika Tasrif saja tidak bisa, jauuuhh, keilmuannya masih jauh, tidak sebanding.

tidak usah maksain melebihi Ulama NU, karena pelajaran Tasrif itu untuk anak-anak pemula di pesantren NU,  dan tasrif itu salah satu ilmu alat agar bisa memahami Kitab-kitab karya Ulama, kitab fiqih dan untuk memahami Al-Qur'an Hadits.

Ilmu Alatnya saja belum bisa, malah ngomentarin Kajian Fiqih.

Jadi yang sesat, liberal dan gagar otak siapa?

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar