Takmir Masjid Se-DKI Jakarta Deklarasi Tolak Politisasi Masjid

Takmir Masjid Se-DKI Jakarta Deklarasi Tolak Politisasi Masjid

Para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-DKI Jakarta yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) DKI Jakarta mendeklarasikan penolakan terhadap politisasi masjid, Kamis (14/3).

Deklarasi yang dikemas dalam acara Halaqah Kemasjidan bertema Pengarusutamaan Masjid sebagai Sarana Menyebar Kesejukan, Perdamaian, dan Islam Rahmatan lil ‘Alamin ini dihadiri oleh KH Masdar Farid Mas’udi (Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia), KH Masduki Baidlawi (Ketua Bidang Infokom MUI), M. Najih Arromadloni (Akademisi UIN Jakarta), dan Khairul Huda (mewakili Menteri Agama).

Ketua Panitia, Ahmad Faizi, menerangkan bahwa acara ini diinisiasi merespon keresahan masyarakat, karena sebagian masjid di DKI Jakarta mengalami malfungsi.

Masjid yang semestinya menjadi pusat ketakwaan, akhir-akhir ini mimbarnya disalahgunakan sebagai panggung kampanye. Masjid yang suci dan seharusnya mempunyai peran pemersatu terkotori oleh caci maki, fitnah, sesat-menyesatkan, dan saling menjatuhkan.

“Polarisasi dan perpecahan menjadi tak terelakkan,” tegas Faizi, Kamis (14/3) lewat keterangan tertulisnya kepada NU Online.

Selain menolak politisasi masjid, dalam deklarasi tersebut ratusan Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid yang hadir juga menyatakan, mereka berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman, sebagai bentuk pemakmuran masjid dan pemberdayaan umat.

Berikut isi deklarasi Takmir Masjid se-DKI Jakarta yang dibacakan oleh Wakil Ketua Umum DMI Pusat, KH Masdar Farid Mas'udi:

Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) DKI Jakarta

Bismillah ar-ahman ar-rahim, dengan mengharap ridho Allah SWT, pada, Kamis 14 Maret 2019, kami para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-DKI Jakarta yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) DKI Jakarta, dengan ini menyatakan:

1. Kami berkeyakinan bahwa masjid didirikan adalah atas dasar dan asas ketakwaan.

2. Kami berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah, dakwah dan penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.

3. Menguatkan koordinasi dan kerjasama antar pengurus masjid dalam memakmurkan masjid dan memberdayakan umat.

4. Menjadikan masjid sebagai pelopor moderasi Islam dalam menangkal paham radikalisme, terorisme, intoleransi dan ujaran kebencian.

5. Melarang penyebaran fitnah, hoax, SARA, dan sesat-menyesatkan dari mimbar-mimbar masjid.

6. Menolak politisasi masjid (penggunaan masjid untuk kepentingan kampanye dan pemenangan calon tertentu).

Jakarta, 14 Maret 2019

(Red: Fathoni)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar