Soal Polemik Kafir, Gus Mus: Tabayyun Dulu ke Kiai NU, Jangan Langsung Nabrak !

Soal Polemik Kafir, Gus Mus: Tabayyun Dulu ke Kiai NU, Jangan Langsung Nabrak !

Muslimoderat.net - Keputusan Bahtsul Masail Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas NU) soal larangan menyebut kafir kepada non-Muslim menuai pro-kontra.

Banyak yang tidak paham maksud dari keputusan tersebut tapi langsung memberikan komentar yang tidak ilmiah. Bahkan, menfitnah NU akan menghapus kata Kafir.

Santri-santri NU pun kompak memberi penjelasan bahwa dalam keputusan Munas NU tersebut tak ada pembahasan apakah non-Muslim di Indonesia disebut kafir atau tidak. Yang dibahas adalah status kewarganegaraan non Muslim, apakah masuk dalam salah satu kategori kafir dalam kitab-kitab fiqh. Yaitu Kafir Harbi, Kafir Dzimmi, Kafir Mu'ahad, Kafir Musta'man.

Dan ternyata, setelah melalui kajian yang panjang dan mendalam, non Muslim di Indonesia tidak termasuk dalam empat kategori kafir seperti yang disebut diatas karena memang sistim kenegaraan antara negara-negara dimana dulu hukum fiqh itu dirumuskan berbeda dengan sistim yang diterapkan di Indonesia. Oleh karena itu, Munas memutuskan, non-Muslim di Indonesia disebut muwathin atau warga negara yang setara dengan umat Islam.

Namun karena mereka yang tidak setuju bukan tidak paham, tapi karena sengaja salah paham, mereka tidka mau menerima penjelasan tersbeut.

Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) pun angkat bicara terkait polemik tersebut.

Menurutnya, yang tidak setuju dengan hasil Munas NU seharusnya melakukan tabayyun atau klarifikasi kepada kiai-kiai NU, jangan langsung komentar nyinyir tanpa tahu duduk persoalannya. Sebab, kata Gus Mus, mustahil NU membuat keputusan tanpa ada hal melatarbelakanginya. Selengakapnya, simak tanggapan Gus Mus di video diatas :




[tribunsantri]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids