Pilih Jempol Bukan Telunjuk, Tim Jokowi Dituding Anti Tauhid Oleh Idrus Sambo

Pilih Jempol Bukan Telunjuk, Tim Jokowi Dituding Anti Tauhid Oleh Idrus Sambo

Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN), Ustaz Ansufri Idrus Sambo, menuding kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin membenci Tauhid atau keesaan Tuhan. Indikasinya terlihat dari kubu yang lebih suka menggunakan jari jempol dibandingkan telunjuk sebagai simbol nomor urut 01. Jari telunjuk ke atas kerap diidentikkan dengan simbol Tauhid di kalangan umat Islam.

"Mau begini (acungkan jari telunjuk) tak enak juga. Mereka (tim Jokowi-Maruf) benci tauhid. Kan mereka benci Tauhid. Coba lihat sekarang ada enggak mereka begini (acungkan jari telunjuk)?," ujar Ustaz Sambo sambil mengacungkan jari telunjuk saat menyampaikan tausiah pada acara Doa Bersama Eksponen Al-Azhar di Jakarta, Sabtu (30/3).

Pada saat pengundian nomor urut beberapa bulan lalu, Ustaz Sambo menuding tim sukses (timses) Jokowi-Maruf mengincar nomor 02 agar bisa menggunakan semboyan dua periode.

Pada saat pengundian nomor urut, Ustaz Sambo menyebutkan anggota tim Jokowi-Maruf tidak membawa selebaran kertas 01, tetapi membawa 02.

"Kami siap nomor 01, siap nomor 02. Mereka (timses Jokowi) tidak siap nomor 01 karena mereka yakin mereka nomor 02," ujarnya.

Karenanya, Ustaz Sambo menilai nomor urut 02 pasangan Prabowo-Sandi merupakan bentuk campur tangan langit.

Dihubungi terpisah di hari yang sama, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Tubagus Ace Hasan Syadzili membantah tudingan tersebut.

Menurutnya tidak ada hubungan antara urusan penomoran dalam pemilihan presiden (Pilpres) dengan tauhid.

"Otak dan pikiran Ustadz Sambo ini harusnya diluruskan dulu. Kita jangan mencampur adukan urusan tanda atau nomor urut dalam Pilpres dengan sikap keagamaan kita," ujar Ace kepada CNNIndonesia.com.

Menurut Ace, ketauhidan seseorang bukan pada telunjuk jari, namun terlihat dari sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Ketuhanan.

"Menjalankan perintah Allah seperti salat, puasa, dam menjauhi larangan Tuhan serta perilaku akhlakul karimah," ujarnya.

Senada dengan Ace, anggota tim sukses Jokowi-Maruf Arya Sinulingga bingung persoalan nomor urut diperdebatkan.

Arya menjelaskan tim Jokowi-Maruf menggunakan jempol sebagai pembeda dengan kampanye partai maupun calon anggota legislatif yang memiliki nomor urut 1.

"Mereka semua umumnya pakai telunjuk," ujarnya.

Selain itu, Arya meyakini Maruf yang memiliki latar belakang ulama juga turut memberikan pertimbangan.

"Kenapa harus khawatir? Apa karena takut jempol sesuatu yang mantap dan oke," ujarnya.

--
Sumber: Cnnindonesia.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar