NU Jember akan Bina Warga yang Terdoktrin Kiamat

NU Jember akan Bina Warga yang Terdoktrin Kiamat

PCNU Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur akan melakukan pembinaan terhadap jamaah pengikut Tarekat Akmaliyah Ash-Sholihiyah yang berada di Kecamatan Umbulsari, Jember. Sebab, mereka diduga tidak ‘sadar’ sehingga berbondong-bondong pindah ke Malang dengan alasan takut kiamat.

“Insyaallah kita adakan pembinaan, kita berikan penjelasan yang rasional kepada mereka,” tukas Rais Syuriyah PCNU Kencong, KH Achmad Laiq Athoillah kepada NU Online di Kencong, Sabtu (23/3).

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu  puluhan warga Desa Umbulsari dan Gunungsari, Kecamatan Umbulsari pindah ke Pesantren Miftahul Falahil Mubtaiddin, Desa Sukosari, Kecamatan Kesambon, Malang untuk ‘menyambut’ kiamat. Mereka adalah murid Mudasir, warga Desa Umbulsari yang berafiliasi ke pesantren ‘kiamat’ tersebut.

“Dia (Mudasir) adalah warga Puger, tapi menikah dengan warga Desa Umbulsari. Jadi sebagian banyak, yang pindah itu adalah warga Puger. Dia sendiri jarang di Jember, lebih banyak di Malang,” jelasnya.

Gus Laiq, sapaan akrabnya, menambahkan, menurut mereka kiamat akan terjadi di bulan Ramadhan. Tapi seandainya kiamat tidak terjadi, mereka mengaku akan kembali lagi ke Jember. Tapi persoalannya, harta benda mereka sudah tumpas, termasuk rumahnya sudah  dijual untuk bekal selama menunggu kiamat.

“Jadi gimana, susah nanti,” lanjutnya.

Gus Laiq, menduga doktrin kiamat yang dicekokkan kepada mereka, begitu kuat merasuk ke dalam jiwanya. Sehingga dalam setengah tahun terakhir kerja mereka hanya menunggu kiamat. Mereka jarang bicara, bekerja juga malas, karena harta dianggap sudah tidak ada gunanya.

“Mereka juga disuruh membeli bambu runcing dan foto kiainya, katanya untuk menolak kiamat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kencong, Zainil Ghulam, berharap agar polisi dapat segera menguak tabir motif di balik isu kiamat tersebut. Sebab selain isunya meresahkan, banyak  juga warga yang dirugikan.

“Kami berharap penyelidikan polisi bisa tuntas,” jelasnya. (Aryudi AR/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar