Non Muslim Indonesia Disebut Muwathinun, karena tidak Masuk 4 kategori Kafir dalam Fiqih

Non Muslim Indonesia Disebut Muwathinun, karena tidak Masuk 4 kategori Kafir dalam Fiqih

Dalam literatur "fikih salaf", kafir dibagi menjadi 4. Kafir dzimmi, kafir musta'man, kafir mu'ahad dan kafir harbi. Dari definisi masing-masing, kafir di Indonesia [tentu maksudnya bukan yang murtad] tidak ada yang masuk kriteria dan definisi empat kafir di atas. Sehingga kafir Indonesia bisa dikategorikan "muwathinun", tanpa menghilangkan sifat kekufuran asli mereka. Inilah yang diputuskan oleh mubahitsin dalam Munas NU kemarin.

Adapun dalam hal mu'amalah keseharian, khususnya dalam konteks kesetaraan dalam bingkai kenegaraan dan demokrasi, kaum kuffar Indonesia hendaklah tidak dipanggil dengan kuffar/kafir karena yang demikian dianggap bisa menyakiti. Masalah mirip ini sebenarnya sudah dibahas dalam beberapa literatur "kitab salaf", khususnya dalam madzhab Hanafi dan bahkan ulama kontemporer Syaikh Yusuf Qardhawi juga telah menulis kitab khusus tentang ini. Jadi saya kira bukan lagi hal baru.

Jika diantara kita ada yang tidak setuju dengan keputusan di atas, sampaikan dengan ilmiyyah, jujur dan bermartabat. Bukan dengan fitnah "NU mau merubah al-Qur'an" dan merendahkan seperti yang dilakukan oleh orang awam.

Imam Malik berkata:

ﻛﻞ ﻳُﺆﺧﺬ ﻣﻦ ﻛﻼﻣﻪ ﻭﻳُﺮﺩ ﺇﻻ ﺻﺎﺣﺐ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻘﺒﺮ

"Setiap orang bisa diambil ucapannya dan bisa saja di tolak kecuali Rasulullah penghuni kubur ini".

Keputusan NU tidak mutlak pasti benar, dan siapapun berhak untuk setuju atau tidak setuju. Dan itu hal biasa saja dalam ranah kajian ilmiyyah. Tapi setidaknya lakukan seperti yang dilakukan oleh ulama yaitu menggunakan hujjah-hujjah yang muktabar. Pisahkan dahulu dari kebencian dan ta'asub politik pilpres.

Dishare dari Hidayat Nur

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids