Maulana Habib Lutfi bin Yahya : NU Harus Jadi Pagar NKRI

Maulana Habib Lutfi bin Yahya : NU Harus Jadi Pagar NKRI

Rais 'Aam Idarah Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Habib Mohammad Luthfi bin Yahya mengatakan, Hari lahir (Harlah) NU diperingati sebagai rasa syukur, juga untuk memperkuat ideologi Pancasila.

Nahdlatul Ulama dilahirkan oleh para pendiri Nahdlatul Ulama dengan penuh perjuangan untuk menjaga akidah ahlussunnah wal jamaah dan menjaga NKRI. Oleh karena itu, kita wajib berterima kasih kepada pendiri NU melalui salah satunya memperingati hari lahirnya NU.

Demikian diungkapkan Habib Luthfi bin Yahya pada acara istighotsah kubra yang dihelat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang Jawa Tengah dalam rangka Harlah ke-96 NU. “Maka sebagai penganut ajaran ahlussunnah waljamaah, orang NU harus berani menjadi benteng dan pagar NKRI,” kata Habib Luthfi.

Dikatakan, sebagai penerus perjuangan NU, jangan sampai jadi orang NU mengecewakan pejuang–pejuang bangsa Indonesia yang di dalamnya ada ulama–ulama besar NU.

Bupati Batang, Wihaji mengatakan, sebagai warga NU, ia sangat bangga dan terharu bisa berkumpul bersama bermunajat dan melaksanakan istighotsah kubra untuk memperingati hari lahir NU.


"Ada semangat yang terpancar dari warga NU dalam menjaga akidah ahlussunnah waljamaah. Semangat menjaga, merawat NKRI sebagai yang terdepan, tidak bisa dipecah belah dengan isu apapun termasuk hoaks dan ujaran kebencian,” papar Wihaji.

Ia mengatakan, zaman sekarang mudah sekali masyarakat menerima informasi dalam satu genggaman Handphone (HP). Maka jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas dan belum tentu kebenarannya. Apalagi sekarang, tambah dia, di tahun politik ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian.

"Harus kita saring sebelum sharing, agar kita tidak melanggar undang-undang IT, dan jangan mudah terpengaruh berita hoaks serta hindari ujaran kebencian," pinta Wihaji.

Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Batang, Achmad Taufiq mengatakan, peringatan Harlah ke-96 ini didasarkan kepada kalender hiriyah, di mana NU lahir pada tanggal 16 Rajab 1344 Hijriyah.

"Pada momentum ini sebagaimana instruksi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, agar pada tanggal tersebut seluruh PCNU se Indonosia dan PCINU yang ada di luar negeri secara serentak diminta mengadakan kegiatan istighotsah, dan Alhamdulillah PCNU Batang bisa melaksanakannya," ujarnya.

Taufiq berpesan kepada warga NU, tanggal 17 April ada pesta demokrasi memilih presiden dan wakilnya, DPD, DPR, DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Untuk itu, agar segenap warga NU mendatangi TPS untuk menggunakan hak pilihnya,” pesannya. [NU Online]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar