Indonesia Mulai Ekspor Bus ke Bangladesh

Indonesia Mulai Ekspor Bus ke Bangladesh

Indonesia, melalui CV Laksana, mulai mengekspor bus ke Bangladesh. Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan pengiriman bus ini adalah realisasi dari diplomasi ekonomi.

Pengiriman pertama berjumlah empat unit. "Bangladesh merupakan sahabat Indonesia di kawasan Asia Selatan. Ekspor bus ini merupakan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dengan Bangladesh," kata Retno, Kamis (21/3/2019).

"Selain empat bus ini, nantinya akan dikirim juga 10 double decker bus ke Bangladesh. Ini merupakan bukti dari ekspansi Indonesia ke pasar non-tradisional," lanjut Menlu Retno.

Dia lalu mengatakan, ini bukan kali pertama CV Laksana mengekspor bus buatan mereka. Sebelumnya, CV Laksana sukses mengekspor 200 bus ke Fiji dan Timor Leste.

Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia Azmal Kabir mengatakan empat bus yang diimpor akan digunakan untuk perjalanan jarak jauh. "Ini bukan yang dipakai sehari-sehari di dalam kota, tapi untuk jarak jauh," kata Azmal.

"Karena ini bus cukup besar, ini nantinya akan dapat digunakan oleh warga Bangladesh untuk bepergian antarkota," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Teknik CV Laksana, Stefan Arman, mengatakan bus diproduksi perusahaan sudah mendapatkan sertifikat keamanan dari Eropa. Sertifikat ini diperoleh setelah pihaknya berkolaborasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan sejumlah universitas di Indonesia dalam pengembangan standar keamanan bus.

"Kita sudah lakukan uji keselamatan tahun lalu. Di Indonesia sendiri belum ada regulasinya, oleh karena itu kami menggandeng KNKT, Kementerian Perhubungan, ITB dan beberapa universitas lain untuk memvalidasi uji coba yang kita lakukan. Setelah pengujian dilakukan, kita aplikasikan ke bus-bus yg kita produksi, salah satunya bus yang akan kita ekspor ke Bangladesh ini," paparnya.

Sumber: sindonews.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar