Dear Haikal Hasan, ini Lho Pentingya Menguasai Ilmu Nahwu

Dear Haikal Hasan, ini Lho Pentingya Menguasai Ilmu Nahwu

Viral Video Haikal Hasan yang ngawur ketika menjelaskan lafadz kafir dan kuffar, hal tersebut dikarenakan yang bersangkutan tidak mengusai Ilmu Nahwu, padahal bagi santri apalagi Ustad sangat wajib menguasai ilmu ini.

Syaikh Ahmad bin Umar Al Hazimi berkata : Buah dan faedah mempelajari ilmu nahwu : Ilmu nahwu itu merupakan kunci untuk mempelajari ilmu syariat. Sedangkan terjaganya lisan dari kesalahan ketika berbicara merupakan faedah tambahan. Maka tidak sepatutnya bagi seorang penuntut ilmu menjadikan tujuan utama dalam mempelajari ilmu nahwu hanya supaya terjaga lisannya dari kesalahan saat berbicara. Hal ini hanya tambahan saja(bukan tujuan agama). Sedangkan yang menjadi tujuan utama mempelajari nahwu adalah supaya ilmu tersebut bisa sebagai kunci dalam mempelajari ilmu syariat. Oleh karena itu, hendaknya seorang penuntut ilmu meniatkan hal ini supaya ia mendapatkan pahala. Karena ilmu nahwu ini bukan tujuan akhir, ia merupakan ilmu alat dan sarana, dan yang namanya sarana itu hukumnya mengikuti tujuannya.

(Fathu Rabbil Bariyyah fii Syarhi Nadzam Al Jurumiyyah, hal. 8)

Manfaat Ilmu Nahwu itu sendiri yaitu agar mampu memahami bahasa arab dan struktur kalimahnya yang menjadi bahasa Al-Qur’an dan Al-Hadits, yang keduanya adalah dasar tuntunan hidup umat islam.Salah dalam membaca suatu harokat dalam dalam bahasa arab dapat merubah arti dan maksudnya bahkan bisa bertentang , Misalnya ada seorang membaca :

خَلَقَ اللهُ
didhomahkankan pada huruf Ha,maka artinya :“Alloh telah menciptkan(nya)”

 خَلَقَ اللهَ
difathahkan pada huruf Ha,maka artinya :“dia menciptkan Alloh ma’adzallohi minzdalik”

Oleh sebab itu janganlah sekali- kali hadir di kajian – kajian tafsir (khususnya) juga hadits -hadits yang pengajarnya tidak mahir dalam bahasa arab,walaupun ia tokoh ulama di kampungnya atau ia sudah mendapat sertifikat ijasah sekalipun,fahamilah…..
Keutamaan Ilmu Nahwu yaitu harus diketahui terlebih dahulu sebelum belajar tafsir,hadits dsb…., sebab orang yang tidak mengetahui ilmu nahwu akan sangat berkurang dalam memahami Al-Qur’an dan Hadits, karena Al-Qur’an dan Hadits tidak seperti bahasa arab biasa.

Sumber Ilmu Nahwu ada tiga :
1. Al-Qur’an ,
2.Hadits ,
3. Omongan orang arab yang masih tulen bukan omongan orang-orang sekarang.

Hukum mempelajari ilmu nahwu yaitu :
Mengenai hukumnya seperti yang dijelaskan dalam qoidah ushul fiqih

الوسائل لها أحكام المقاصد

"Hukum suatu sarana sesuai dengan hukum tujuannya"


Mempelajari ilmu Nahwu & Shorof adalah fardu kifayah. Namun kemungkinan mempelajari ilmu ini bagi sebahagian orang tertentu menjadi wajib, maka dengan demikian itu hukumnya adalah fardu ‘ain bagi orang demikian.

Keterangan dalam kitab kawakib durriyah, syarah dari kitab jurumiyah

ويعد علم النو من اكثر علوم العربية ارتباطا بالشريعة الإسلامية وأشدها تداخلا فيها، فهو شرط في رتبة الإجتهاد، ومغرفته فرض كفاية، قال الرازي في المحصول اعلم أن معرفة اللغة والنحو والتصريف فرض كفاية لأن معرفة الأحكام الشرعية واجبة بالإجماع، ومغرفة الأحكام بدون معرفة أدلتها مستحيل، فلا بد من معرفة أدلتها، والأدلة راجعة إلى الكتاب والسنة، وهما واردان بلغة العرب ونحوهم وتصريفهم فإذن توقف العلم بالأحكام على الأدلة، ومعرفة الأدلة تتوقف على معرفة اللعة والنحو والتصريف. وما يتوقف على الواجب المطلق، وهو مقدور للمكلف، فهو واجب فإذن معرفة اللغة والنحو والتصريف واجبة

"Dan telah kembali ilmu nahwu dari kebanyakan ilmu bahasa arab yang di batasi dengan syariat islam, dan paling berat masuk pada syariat islam, maka ilmu nahwu adalah syarat untuk ijtihad, dan hukumnya adalah fardhu kifayah, imam razi berkata di dalam hasil mempelajari ilmu bahasa, nahwu, dan tashrif adalah fardhu kifayah karena mengetahui hukum-hukum syar'i adalah wajib menurut ijma'

Kenapa Harus Menguasai Ilmu Nahwu (dan Shorof) dalam Memahami Al-Qur’an?
Salah satu ilmu terpenting untuk memahami al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw. adalah Ilmu Nahwu Shorof, yang mana keduanya ditulis dengan bahasa Arab dan tidak akan bisa dipahami kecuali dengan keduanya.

Ilmu Nahwu adalah ilmu yang membahas tentang perubahan harakat akhir dalam kalimat, yang mana jika seseorang salah dalam memberi harokat suatu teks arab terlebih al-Qur’an dan Sunnah maka akan merubah makna teks tersebut.

Oleh sebab itu, ilmu Nahwu Shorof diibaratkan dengan“An-Nahwu Abu al-Ilmi wa al-Shorf Ummuhu (Ilmu Nahwu adalah Bapakya segala ilmu sedangkan Ilmu Shorof adalah Ibunya).

Tentang pentingnya ilmu Nahwu Shorof, Al-Imam Mujahid mengatakan, “Tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir berbicara tentang Kitab Allah (Agama Allah) sedang ia tidak tahu akan ilmu Nahwu.”

AKIBAT TIDAK TAHU ILMU NAHWU SHOROF
Perbedaan dalam meng-i’rob (memberi harokat) al-Qur’an, akan berakibat pada perbedaan makna yang dikandungnya.

Sebagai contoh, kita tahu bahwa huruf athof wawu (و) artinya dalam bahasa Indonesia adalah “dan”, contoh جاء محمد وعمر: artinya adalah Muhammad dan umar datang. Tapi, datangnya Muhammad tersebut secara bersamaan atau muhammad datang baru setelah itu baru disusul Umar? Di sinilah penguasaan Ilmu Nahwu Shorof akan sangat menentukan.

Huruf Athof dalam Ilmu Nahwu bisa berarti Mutlaqil Jam’i (berkumpul) dan bermakna Tartib (berurutan), jika Huruf Athof itu bermakna yang pertama, maka : kata جَاءَ مُحَمَّدٌ وَعُمْر Maka artinya adalah: Muhammad dan umar sama-sama datang.

Tetapi kalau wawu athaf di sini bermakna li tartib maka arti dari kalimat: جاء محمد وعمر di sini adalah: Muhammad datang, kemudian setelah itu baru Umar, jadi berurutan.

PERBEDAAN PENDAPAT FIKIH TERSEBAB PENGUASAAN ILMU NAHWU SHOROF
Mari kita amati bagaimana ilmu Nahwu Shorof sangat berpengaruh pada hasil istinbath hukum para Ulama Fikih. Kita ambil contoh dalam bab tata cara wudhu. Allah berfirman dalam surat Al-Maidah,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Wahai orang-orang yang beriman jika kamu henda melakukan sholat, maka basulah wajahmu- dan tangan-tanganmu sampai siku-sikumu, dan usaplah kepalamu dan kakimu sampai kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 06)

Jika wawu athaf yang ada pada ayat ini bermakna tartib, maka hendaknya wudhu harus dilakukan secara tertib/berurutan, yaitu: dengan membasuh muka kemudian kedua tangan, mengusap sebagian kepala, dan membasuh kedua kaki, sebagaimana Madzab Syafi’i dan Jumhur Ulama (mayoritas ulama). Dengan kata lain tidak boleh mendahulukan tangan kemudian baru membasuh muka.

Berbeda dengan Syafiiyyah, ulama’ Hanafiyyah tidak mensyaratkan wudhu’ harus tartib/berurutan. Sebab mereka memaknai wawu Athof tersebut sebagai Mutlaqul Jam’i, maka berwudhu tidak harus berurutan,  boleh tangan dulu setelah itu baru membasuh muka dan seterusnya. Hal ini dikarenakan bahwa Maqashid atau tujuan dari wudhu adalah Thoharoh, maka ketika semua anggota wudhu terbasuh maka sah wudhunya.

Perbedaan meng-athofkan sebuah kalimat juga menyebabkan mereka berbeda pendapat dalam hal membasuh/mengusap kaki dalam berwudhu.

Pendapat Mayoritas Ulama’ bahwa kata و أرجلكم  dibaca nashob karena diathofkan pada  kata وجوهكم yang dibaca Nashob. Di sini Allah memerintahkan orang Mukmin untuk membasuh muka. Maka jika kata أرجلكم diathofkan pada kata وجوهكم maka kaki harus dibasuh sebagaimana membasuh muka.

Beda dengan Madhzab al-Zhahiri, yang meng-athofkan kata  أرجلكم kepada kata برؤُوسكم yang dibaca jer, yang mana Allah memerintahkan untuk mengusap kepala, jika أرجلكم diathofkan pada kata رءوسكم yang dibaca jer, maka cukup hanya dengan mengusap kaki tidak membasuhnya.

Inilah pentingnya pahami ilmu Nahwu-Shorof untuk memahami makna yang terkandung dalam al-Qur’an.

MOTIVASI BELAJAR ILMU NAHWU SHOROF DARI IMAM AL-IMRITI
Imam al-Imriti dalam Nadzm mengatakan:

Sesungguhnya Nahwu adalah yang paling utama untuk dipelajari,
Yang mana seseorang tidak akan memahami al-Qur’an dan as-Sunnah kecuali dengannya,
***
Tujuan mempelajari Nahwu adalah untuk memahami al-Qur’an,
Dan Sunnah Nabi saw secara detail.

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar