Ustad Yusuf Mansur Ungkap Ibadah Jokowi: Biasa Puasa Sunah dan Salat Hajat

Ustad Yusuf Mansur Ungkap Ibadah Jokowi: Biasa Puasa Sunah dan Salat Hajat

Ustaz Yusuf Mansur muncul memberikan kesaksian tentang kebiasaan ibadah Presiden Joko Widodo, di tengah maraknya fitnah yang menyerang capres nomor urut 01 itu. Kesaksian Yusuf Mansur itu disampaikan Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi melalui postingan di Instagram.

kumparan lalu mengonfirmasi ke Yusuf Mansur dan dia memberikan kesaksiannya itu melalui WhatsApp sebagaimana ditunjukkan TGB. Bos Paytren itu angkat bicara untuk menepis fitnah sekaligus anggapan Jokowi ibadah untuk pencitraan.

"Soal Pak Jokowi dipikir melakukan pencitraan, termasuk di ibadah sebagai pamer, enggak banget. Itu mungkin persepsi dari orang lain, bukan dirinya. Dari 2007, beliau sudah puasa sunah, sekeluarga. Rasanya kebiasaan ini, enggak mungkin dipamerkan. 2007 itu, yang saya ketahui," ucap Yusuf Mansur kepada kumparan, Jumat (8/2).

Yusuf bercerita, ibu kandung Jokowi punya amalan membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Fatihah sebanyak 100 kali setiap malam sejak tahun 2000-an. Kebiasaan itu juga dilakukan oleh Jokowi.
"Sampai kemudian 2004, Pak Jokowi bisa ekspor perdana. Dibacanya Qulhu (Al-Ikhlas) dan Al-Fatihah terus sampai jadi wali kota. Dibaca terus, jadi wali kota lagi. Dibaca terus, tiap malam jadi gubernur. Dibaca lagi sampai jadi presiden," bebernya.

Keterangan amalan itu didapatkan Yusuf Mansur dari adik-adiknya Jokowi yang sudah lama memakai hijab. "Dan saat cerita ini di hadapan saya dan istri, jauh dari pencitraan dan cerita palsu," lanjutnya.
Selain itu, ada kebiasaan lain Jokowi yaitu Salat Hajat yaitu salat sunah yang bisa dilakukan umat Islam saat memiliki kebutuhan atau hajat. Dikerjakan minimal 2 rakat dengan waktu yang tak terikat.


"Jarang banget juga kali ada Presiden yang hampir tiap hari Salat Hajat doain rakyatnya, dan ngajak menteri-menteri untuk Salat Hajat. Hajatin ke Allah bila ada apa-apa," terangnya.
Tak hanya itu, sejak menjabat wali kota, Jokowi sudah mendukung penuh gerakan sedekah dan tahfiz (hafalan) Al-Quran. Cerita lainnya didapat Yusuf Mansur dari penjaga masjid Istana Kepresidenan.
"Penjaga masjid istana bersaksi ke saya, sejak 20 tahun yang lalu, bahkan ada yang kerja 30 tahun, bersaksi Presiden Jokowi adalah yang Presiden yang paling banyak ke masjid," ungkapnya.
Yusuf Mansur merasa kesaksian-kesaksian ini perlu diketahui masyarakat untuk meluruskan fitnah terhadap Jokowi.

"Dengan hafalan Al-Qur'an saya, saya yang begitu dekat dengan Pak Jokowi jadi saksi apa yang sering dibicarakan tentang keburukan Pak Jokowi hanya fitnah belaka."

Dia juga berharap pendukung Jokowi bicara tentang kebaika Jokowi, tanpa menjelekkan Prabowo. Tak hanya soal ibadah, soal perilaku juga Jokowi terhindari dari sikap seperti korupsi.
"Enggak ada 1 meter pun yang dikorupsi, enggak dicawe-cawe, enggak dirampok dari seluruh pembangunan jalan, tol, pelabuhan, bandara, dan lain-lain. Ini luar biasa," kata Yusuf Mansur.

"BUMN-BUMN juga top-top2, sampai ke anak cucu BUMN. Sebab utang yang sehat, tapi begitulah. Yang dihajar, dari sudut pandang berbeda. Menkeu juga Menkeu terbaik, asli. Prestasi segudang. BI, bisa menurunkan sampai Rp 13.900. Khusus BI, saya malah nemenin mujahadahan setiap hari," bebernya.
"Saya sudah lama pengin bicara, tapi dilarang beliau. Demi Allah.

Sumber: kumparan.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar