Ratusan Dai dan Mubaligh di Yogyakarta Dukung Jokowi-Kiai Ma'ruf

Ratusan Dai dan Mubaligh di Yogyakarta Dukung Jokowi-Kiai Ma'ruf

Ratusan dai dan mubaligh di Daerah Istimewa Yogyakarta mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin di Yogyakarta, Senin (25/2/2019).

"(Deklarasi) ini hanya sebagian yang ikut berdakwah di luar pondok pesantren. Belum termasuk santri dan semua kiai," kata pemimpin deklarasi yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Annur Kabupaten Bantul, Yazin Nawawi.

Menurut Yazin, deklarasi itu digelar untuk menunjukkan kepada publik bahwa di Yogyakarta banyak tokoh agama hingga kiai yang siap memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin. Salah satu dari lima poin yang diucapkan dalam deklarasi itu, menurut dia, yakni para dai dan mubaligh di Yogyakarta siap mendukung dan memenangkan pasangan capres dan cawapres Jokowi- Maruf Amin dengan kemenangan yang bermartabat dan membanggakan.

"Kami siap mengawal dan menjaga proses demokrasi yang damai, jujur, adil, dan bebas dari praktik kotor, caci maki, fitnah dan hoax," kata dia.

Selain berkomitmen mendukung pasangan itu, menurut Yazin, para dai dan mubaligh di Yogyakarta juga siap sedia menjadi garda terdepan menjaga Pancasila, NKRI, serta akidah Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah Annahdhliyah.

Mereka juga siap menjadi mitra strategis pemerintahan Presiden Jokowi apabila terpilih dan melanjutkan kepemimpinan pada periode kedua untuk ikut mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin serta siap menjaga umat dari kelompok radikal yang merongrong bangsa.

"Beliau tidak didikte negara asing. Jokowi adalah pemimpin yang bisa menjadi contoh. Selain Keluarganya bagus, ibadahnya juga bagus. Bahkan Jokowi memfasilitasi perkembangan pengurus NU di wilayah Solo. Jadi sangat-sangat jahat jika menyebut pak Jokowi itu macam-macam," kata dia.

Dalam deklarasi itu tampak hadir para pemimpin pondok pesantren di Yogyakarta seperti Kiai Muhaimin, pengasuh Pondok Pesantren Al Iman Mlangi, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah, hingga Yusuf Mansur. Menurut Yazin, deklarasi dukungan itu rencananya akan digelar lebih besar lagi karena deklarasi itu belum mewakili sebagian besar kiai di Yogyakarta.

Sumber: beritasatu.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar