Oleh-oleh Syaikh Abdus Somad Ziarah Makam Pendiri NU dan Sowan Sesepuh NU

Oleh-oleh Syaikh Abdus Somad Ziarah Makam Pendiri NU dan Sowan Sesepuh NU

Alhamdulillah Syaikh Abdul Shomad, telah sempurna sowan dzuriyah dan para Pendiri NU dan ziarah maqbaroh muassis NU. Pukul 13.30 WIB siang tadi kami tiba di ndalem Gus Sholahudin Wahid.

Setelah sowan Maulana Habib Luthfi Bin Yahya dan Syaikhina KH. Maimoen Zubair, lalu ke KH. Sholahudin Wahid (Gus Sholah, cucu Hadhratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy'ari). Nasihat yang terpenting dari Gus Sholah, "Dalam berdakwah hendaknya memiliki misi persatuan umat, bukan mencari celah perbedaan yang menjadikan perpecahan umat."

Setelah silaturrahim dilanjut dengan ziarah dan tahlil di makam Hadhratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy'ari, KH. Wahid Hasyim, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), kemudian lanjut ke KH. Bisri Syansuri di Denanyar dan KH. Abdul Wahab Hasbulloh di Tambakberas Jombang.

Adapun Syaikhina KH. Maimoen Zubair menerima silaturrahim Syaikh Abdul Shomad (dulu UAS), satu jam diberikan manhaj metode ilmu tuwo dalam mengarungi perjalanan dakwah yang harus menghargai perbedaan. Perbedaan itu sunatullah, taqdir Allah yang pasti terjadi, makanya kita harus iman pada taqdir. Para ulama dahulu arif dan bijaksana dalam berdakwah seperti Wali Songo yang datang dari Arab masuk Indonesia. Dimulai dari Aceh, Medan, Palembang, ya termasuk Riau, lalu masuk Jawa.

Mbah Maimeon seakan memberikan maping peta dan kesabaran menitih karir dai yang rahmatan lil alamin. Termasuk iman taqdir adalah bersyukur pada Belanda yang menjajah kita. Barangsiapa tidak bersyukur pada Belanda maka tidak bersyukur pada Allah. Allah menaqdirkan Belanda menjajah kita, dari situ kita bangkit merdeka, dan diberi tinggalan adanya hukum, sehingga kita menjadi aman layaknya negara yang berdaulat.

Afrika dan Arab dulu ada zaman perbudakan, lalu bangkit merdeka, Allah lah yang mengangkat derajat mereka. Inilah taqdir Allah. Inilah pelajaran yang kelas tinggi, dimana kita diajak mencintai musuh kita, bahkan disuruh bersyukur berterimakasih, menghargai perbedaan, dimana hati kita sesungguhnya berontak pada penjajah, atau orang yang berbeda dengan kita. Dari sinilah kita dilatih istiqomah berdakwah yang berorientasi pada manhaj rahmatan lil alamin.

Silaturrahim ini didampingi juga KH. Dr. M. Afifudin Dimyathi Peterongan Jombang. Dalam pertemuan pagi ini, diterima di Rumah Dinas Wagub, dan didampingi beliau KH. Taj Yasin Maimun, Wakil Gubernur Jateng.

Semoga silaturrahim dan ziarah masyikhah serta dzuriyah pendiri NU ini memberikan berkah untuk semua. Allahumma amin. (Sumber: KH. Fadlolan Musyaffa Mu'thi via Ibjmart)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar