NU Sebagai Titik Gratifasi Mursyid dan Guru

NU Sebagai Titik Gratifasi Mursyid dan Guru

Jejak suci perjalan UAS yang perlu diteladani, Intinya murid tetap mencari guru siapapun kapanpun di manapun dalam keadaan apapun dan telah jadi apapun artinya tetap murid sampai mati, sebagai murid, karena Sayyidi Syeh Alwi Al Maliki berkata :

ما زلت طالبا
"Aku selamanya adalah murid"

Perjalan suci seorang UAS mendadak jadi viral dan mengagetkan semua fihak bahkan pengikutnya, karena tindak tanduk sebelumya kerab kali menjadi anti tesis NU secara struktural bahkan pernah menyatakan jika ikut NU iku maka ikutlah tiga dedengkot yakni yakni tiga dedengkot itu diasumsikan power of the man di NU GL atau garis cuklek.

Lepas dari realitas masa lalu UAS nyatanya detik hari kemaren telah berubah peristiwa besar yakni rihlah sowan kepada sang Guru Mursyid thoriqoh dan itu berjalan bersama takdir tuhan dan tak ada yang bisa mencegah atau menembus menggiring serta membatalkan sekenarioNYA seperti yang terungkap dalam Syarah Al hikam :

سوابق الهمام لاتخرق اسوارلاقدار

"Bahwa cita cita dan atau harapan kenginan tidak akan menembus taqdir"

Yakni perjalan ruhaniah dia menuju Tokoh dan Mursyid Thoriqoh mutabaroh serta yakni Maulana Habib Lutfi dan Mbah Yai Maemon Zuber yang menjadi representasi Tokoh bahkan secara struktural merupakan Mutasyar PBNU itu dijalaninya dengan sungguh sungguh terlihat dari air raut wajahnya dan keyakinan saya tidak meragukan sedikitpun.

Ini menjadi sebuah pembelajaran dan pengalaman penting khususnya bagi UAS sendiri dan bagi kita, bagi dia jelas ada buktinya dia tetap sowan ke Guru guru kita ini bukan masalah kecil dan tanpa resiko yang jelas harus panen bulian dari pengikutnya terdahulu dengan bahasa tidak konnsiten kek, plin plan kek, tekek kek dan lain yang menjadi ciri mereka setelah TGB.

Bagi kita apa ? Mari berfikir sejenak diatas batu cadas didalam goa yang sunyi dengan angin yang membelai tenang dan fokus agar menjadi perenungan bermakna bahwa suatu saat kita pasti butuh kejelasan dan kesejatian guru dalam setiap beribadah beramal dan menghamba, sehingga ada pembibing yang mampu mengarahkan kepasa sang maha khalik dan tidak terganggu oleh tipu daya setan.

Mengapa demikian karena syetan akan mengawal perjalanan hidup sehingga tersesat perjalanan ibadah sehingga tidak diterima dan ditolak perjalan ilmu sehingga sombong maka butuh wasilah penyelamat yakni guru atau Mursyid bukan medsos dan ustadnya yang tidak jelas.

Seperti yang terkenal dalam arabnya.
صحة مقولة: من لا شيخ له فشيخه الشيطان
__________________
"barang siapa tak berguru maka gurunya syetan"

Naudzu billah mindzalik kalau gurunya syetan kemudian di arahkan kemana kalau tidak Neraka itu jawababan yang pasti dan itu menjadi titik perhatian kita bersama.

Senyampang dengan narasi perjalanan suci itu mari kita doakan untuk UAS menjadi berkah dan mau melepaskakan dan membuang jauh akar berfikir HTInya serta benar benar tulus yang lebih penting Istiqomah beliau Istiqomah bersama Guru guru kita tokoh NU berjuang mengembangkan Ahlussunnah Wajamaah An Nahdliyah.

Doa bagi kita semoga kita diberi kecintaan dan menjadi murid para Murobbi dan dan guru kita dan titik tekan peristiwa ini NU tidak boleh dibuli oleh siapapun, jika membuli maka berhati hatilah kita akan terseret badai besar yang akan celaka di dalamya ! karena penghinaan kita, tapi yang memulyakanya akan terhormat selamanya, karena NU didirikan Ulama dan di restui Auliya, dan kita beritikad akan tetap cinta NU didunia hattal akhiroh amin.

Untuk embel embel syeh yang diberikan uas mungkin hanya sebagai pembeda dari gelar ustad dari mereka menjadi syeh dari kita..

--
Abdulloh Faizin

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar