Ngefans Ketum PBNU, Ustadz Asli Malaysia Ini Namakan Anaknya Aqil Siradj

Ngefans Ketum PBNU, Ustadz Asli Malaysia Ini Namakan Anaknya Aqil Siradj

Ustadz Ahmad Faiz Hafizuddin dari Malaysia bersama 13 orang lain bersilaturahim dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (21/2) malam. 

Mereka berasal dari Selangor, Kuala lumpur, Kelantan, Kedah, dan Perak. Di antara mereka ada orang asli Malaysia, ada warga negara Indonesia yang menjadi Warga Negara Malaysia, ada juga warga negara Indonesia yang sedang merantau. 

Di antara rombongan itu, hanya Ustadz Faiz yang mengikutsertakan anak-anak dan istrinya. Kepada Kiai Said, ia memperkenalkan putranya bernama Aqil Siradj.

“Lahirnya sama dengan Buya (sapaan untuk Kiai Said, red.),” ucap Ustadz Faiz sambil memangku anaknya di hadapan Kiai Said.

“Oh, lahirnya tanggal 3 Juli seperti saya?” tanya Kiai Said yang kelahirannya sama persis dengan anak itu. Bedanya, Kiai Said lahir tahun 1953, anak itu 2018.

“Iya, Buya,” jawab Ustadz Faiz seraya meminta Kiai Said mendoakan anaknya itu. Kiai Said pun mengelus-elus kepala anak itu sambil berdoa.


Ustadz Faiz adalah pengasuh Pondok Pesantren Rumi Sufi Jawi di daerah Sungai Buluh, Selangor, Malaysia. Pesantren itu didirikan tahun 2016. Sekarang memiliki santri menetap sebanyak 30 orang. Sementara santri kalong 100 orang.

“Saya peminat dan pencinta berat Buya,” ungkap Ustadz Faiz ketika ditanya kenapa anaknya bernama Aqil SIradj, kepada NU Online selepas pertemuan itu.

“Boleh tiap malam sebelum tidur putar YouTube ceramah Buya Said Aqil,” lanjutnya.

Ustadz Faiz merupakan alumnus Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar, Mesir. Ia masuk tahun 2009 dan lulus 2013. Di negeri piramida itu, ia banyak bertemu dengan mahasiswa Indonesia yang warga NU atau Pengurus Cabang Istimewa NU Mesir.

Karena kesamaan cara berpikir dan amaliah Ahlussunah wal Jamaah melalui interaksi dengan mahasiswa Indonesia di Mesir, mendorong Ustadz Faiz dan ustadz-ustadz lainnya untuk mendirikan Pertubuhan Nahdlatul Ulama Malaysia. (Abdullah Alawi/NU Online

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar