Meluruskan Isu Fitnah Jahat “Ahok Gantikan Kiai Ma’ruf Setelah Jadi Wapres Nanti”

Meluruskan Isu Fitnah Jahat “Ahok Gantikan Kiai Ma’ruf Setelah Jadi Wapres Nanti”

Di medsos, isu ini sengaja diviralkan secara masif. Beredar di grup WA, FB dll, liar tak terkendali. Menurut fitnah ini, jika Jokowi – Ma’ruf menang Pilpres 2019, maka Kiai Ma’ruf akan diganti oleh Ahok. Jadi nantinya R1 dan R2 adalah Jokowi – Ahok.

Kemudian Jokowi digeser oleh Ahok jadi R1.
Setelah itu jabatan Wapres yang kosong akan diisi oleh Hary Tanoe, sehingga pasangan akhirnya adalah Ahok – Hary Tanoe (keduanya non Muslim).

Bagi yang waras dan melek politik, isu yang juga dimuat di lndopos ini adalah berita konyol, menyesatkan dan fitnah besar.
Tapi bagi orang awam?
Bagi yang literasinya rendah?
Atau bagi yang (katanya) terpelajar tapi emosinya lebih cepat dari nalarnya?

berita seperti ini bisa ditelan mentah mentah. Jangankan narasi konspiratif yang samar, foto editan yang mudah dikenali saja dilike, dishare hingga ratusan ribu. Isu Kiai Ma’ruf diganti Ahok ini sengaja diviralkan menyasar pemilih2 tipikal di atas.

Tujuannya jelas ingin membangkitkan lagi energi kebencian ala politik identitas karena yang dipilih sebagai sosok akhir adalah sosok non Muslim. Mengerikan, fitnah ini jelas berbahaya karena berpotensi mengoyak lagi kerukunan yang mulai terjalin baik pasca Pilkada DKI Jakarta.

Para politisi rival Jokowi pun mengambil momentum mengaduk emosi umat dengan diksi ala Andi Arif agar terhindar dari delik. Bahkan sangat disayangkan, Ust. Hidayat Nurwahid yg masih saya anggap santun juga sengaja ikut meretweet isu ini. Awalnya saya mengira status Ust. HNW ini dari akun fake/palsu. Setelah saya cek twitternya langsung, ternyata betul dari akun aslinya. 200% saya percaya bahwa Ust. HNW sendiri sebenarnya pasti tahu, dalam logika politik dan konstitusi tak mungkinlah Ahok tiba-tiba menggantikan Kiai Ma’ruf sebagai Wapres.

Berita seperti ini tak bisa diremehkan, ia akan menjadi bahan gosip, diulang-ulang, diulang terus hingga di kelompok tertentu diyakini sebagai kebenaran (post truth), mirip seperti isu PKI. Kemudian setelah kelompok itu meyakini “kebenaran” itu mereka pun berteriak jargon “Akal Sehat”.
Tepok jidat dua kali .

Bagaimana seandainya isu itu dibalik, Jika Prabowo-Sandi menang maka Sandi akan diganti Rocky Gerung, lalu Probowo mengundurkan diri dan Rocky gerung mengganti kedudukannya kemudian wapres diisi Sugi Nur, konyol dan tidak mungkin kan? tapi bagi nalar rendah, jika ada isu semacam ini pasti langsung like dan share .....

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids