Kiai Nuril Huda: PMII Didirikan untuk Membela Aswaja Sepanjang Masa

Kiai Nuril Huda: PMII Didirikan untuk Membela Aswaja Sepanjang Masa

Salah satu pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) KH Nuril Huda memberikan arahan di Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) PMII di Gedung Asrama Haji Donohudan,  Boyolali-Jawa Tengah, Ahad (24/2). Di hadapan ribuan kader PMII Kiai asal Lamongan, Jawa Timur itu menceritakan pengalamannya termasuk suka duka saat mendirikan PMII tahun 1960 silam.

Ia menuturkan, tujuan didirikannya PMII adalah untuk membela Ahlusunah wal Jamaah sepanjang masa. Dirinya sempat puasa sunah sebelum ia dan 12 sahabatnya mendirikan PMII.

Ia menjelaskan, hal itu dilakukan semata mata agar mendapat keberkahan para ulama dan kebermanfaatan PMII dimasa yang akan datang.

"Selama saya hidup saya berjuang untuk Aswaja. Dan PMII saya dirikan untuk membela Aswaja sepanjang masa. Sekarang banyak sekali orang gak belajar, oleh karena yang pinter harus yang muda. Makanya yang muda harus dekat sama orang tua, tua ilmunya tua usianya," katanya.

Ia mengungkapkan pelajaran yang paling utama untuk kader PMII adalah soal kejujuran. Jujur, kata Kiai Nuril Huda salah satu unsur penting yang harus dimiliki kader PMII agar kelak tidak melakukan hal yang tercela seperti korupsi dan hal lainya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris di Depag Lampung tersebut mengimbau kepada kader PMII untuk tidak main main dengan korupsi.  Sebab, kata dia, dalam ajaran Islam jika ingin memiliki keturunan yang hebat maka jangan pernah dinafkahi dengan yang haram.

"Adik adik, kita ini masih belajar, belajar yang penting jujur, jujur, jujur. Kalau kamu jadi Walikota harus jujur," ucapnya.

Ia juga memberikan petuah betapa pentingnya hidup dalam lingkungan pesantren. Hanya di pondok pesantren budi pekerti diajarkan sampai tuntas. Bahkan, ujar dia, kiai di pondok pesantren setiap malam berdoa agar santrinya bisa menjadi orang yang baik dan berguna.

"Dua belas tahun saya di Lampung. Selama di Lampung, saya kalau diminta ceramah saya tidak pernah minta apa-apa. Karena kata Allah yang mati-matian berjuang untuk Allah akan diluruskan hidupnya," ujarnya. (Abdul Rahman Ahdori)/Kendi Setiawan/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar