Kasatkornas: Banser Gunakan Tangan Untuk Kemanusiaan

Kasatkornas: Banser Gunakan Tangan Untuk Kemanusiaan

Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) H Alfa Isnaeni menegaskan, tangan Banser sebagai kader inti GP Ansor wajib digunakan untuk kegiatan kemanusiaan.

Fenomena menggunakan tangan untuk swafoto saat ada musibah atau kecelakaaan di jalan yang  terjadi di sebagian masyarakat saat ini, pantang diikuti oleh Banser.

"Banser harus bisa bertindak cepat, membantu sesama jika ada musibah atau kecelakaan di jalan raya. Jangan mengambil gambar orang mengalami kecelakaan di jalan karena secara etika dan aturan berlaku itu tidak dibenarkan," tegas dia, di Jakarta, Kamis (14/2).

Jika terjadi hal semacam itu di jalan, lanjut Kasatkornas, Banser harus sigap, turun tangan untuk membantu sesama.

"Hal itu bisa terjadi jika kita mau belajar sehingga sanggup memberi pertolongan pertama pada kecelakaan. Termasuk jika ada musibah," kata dia lagi.

Selain Banser Siaga Bencana (Bagana) dan satuan khusus lain, Banser juga memiliki Banser Husada (Basada).

Basada adalah satuan khusus Banser yang dibentuk mulai pusat sampai kecamatan.

Tugasnya mengemban tugas bantuan kemanusiaan di bidang kedokteran, kesehatan, dan norma hidup sehat bagi masyarakat khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, GP Ansor dan masyarakat.

Terkait Basada ini GP Ansor akan menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Khusus (Diklatsus) dan Training of Trainer (TOT) Nasional Basada Regional Sumatera pada Kamis-Ahad, 7-10 Maret 2019.

Kasatkornas menyeru seluruh Kasatkorwil di Sumatera pada khususnya untuk mendorong tumbuhnya profesionalitas kader dengan mengirim utusan.

"Banser di manapun berada sudah selayaknya menjunjung sikap profesionalitas sebagai wujud pembaharuan di tubuh organisasi demi menyikapi tugas yang kian kompleks di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk ini," kata Alfa.

Ia menegaskan, profesionalitas tumbuh dengan keberanian belajar.

"Jika ingin semakin baik, harus berubah dan berbenah. Yang tidak dan kurang mampu harus didorong untuk belajar. Profesionalitas tidak bisa ditunggu dan dilarang, tapi harus dijemput dengan kemauan dan pengorbanan. Satsusnas Basada memfasilitasi itu dengan menggelar Diklatsus dan TOT untuk disambut sahabat Banser di Sumatera," ujarnya.

Kegiatan dimaksud akan digelar di Gedung PCNU Kabupaten Pringsewu, Jalan Lintas Barat Gumukrejo Kecamatan Pagelaran, Pringsewu Lampung. Kontribusi peserta Rp 300 ribu.

Pendaftaran online: https://goo.gl/forms/SIvwRha6SJ2sp9M73. Informasi  Agung Rahadi Hidayat 085292997583 dan Feri Alfianto 085768785351. (Gatot Arifianto/Muhammad Faizin/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar