Jangan Pilih Bukan dari NU, Nahdliyin Akan Dikibulin, Dibohongi dan Dikhianati

Jangan Pilih Bukan dari NU, Nahdliyin Akan Dikibulin, Dibohongi dan Dikhianati

Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar berpesan kepada segenap warga NU agar hati-hati dalam memilih calon suami maupun istri, lembaga pendidikan untuk anak-anak, termasuk dalam memilih pemimpin. Sebab, jika salah pilih, warga NU bisa dibohongi.

Ia membuktikan, kalangan selama ini membenci NU menuduh cara beribadah Ahlussunah wal Jamaah NU tidak berdasar dan tak ada dalilnya, justru mereka menyembunyikan fakta. Padahal kenyataannya ada di kitab Sahih Bukhari dan Muslim. Misalnya, soal tahlilan, jari telunjuk lurus saat tahiyat akhir, qunut subuh, wiridan zahr, slametan, dan kenduri.   

“Mbak-mbak IPP pilih IPNU saja. Fatayat pilih Ansor Banser. Pilih sing podo NU-ne. jangan pilih mereka, dikibulin, dibohongin, dikhianati. Menyekolahkan anak, sekiranya sekolah itu tidak Ahlussunah wal Jamaah, besok langsung dicabut, daripada kamu mati tidak ditalqin, daripada kamu mati enggak ditahlili, daripada kamu mati enggak dikirim doa, enggak dihauli, rugi membiayai anak habis ratusan juta,” jelasnya pada pengajian bulanan Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di halaman Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (21/2) malam.

Ia menambahkan,  dalam berpolitik juga warga NU harus berhati-hati, jangan sampai terjebak dan ikut serta dengan partai yang selama ini memusuhi dan menjelek-jelekkan NU, beserta tokoh dan kiainya.

“Barangsiapa, barangkali ikut kekuatan politik yang bertentangan dengan NU, memusuhi NU, menghina NU, terobsesi menghancurkan NU, enggak usah besok, sekarang juga, segera “bersyahadat”. Saya tidak mengkafirkan dia, khawatir jadi kafir. Karena menghina NU, di sana ada wali, ada sya’ariul Islam, ada ulama,” jelasnya.

Barangsiapa yang menghina syiar Islam, di dalam kitab Sulam Taufiq, termasuk murtad. Di dalam kitab Sahih Bukhari Nabi Muhammad SAW bersabda, siapa yang memusuhi waliku, saya nyatakan orang itu boleh diperangi.

“Sekali lagi enggak boleh mendukung kekuatan apa pun yang menghalang-halangi, memusuhi, membenci Ahlussunah wal Jamaah Nahdlaltul Ulama,” pungkasnya. (Abdullah Alawi/NU Online

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar