Gus Muwafiq: Dakwah NU Diakui Dunia Internasional

Gus Muwafiq: Dakwah NU Diakui Dunia Internasional


Dai kondang asal Yogyakarta, KH Ahmad Muwafiq mengatakan dunia internasional kagum kepada Nahdlatul Ulama (NU) dan ingin tahu banyak tentang jamiyah ini. Kekaguman tersebut menurutnya berpangkal pada cara dakwah yang unik dan cenderung damai.

"Tanggal 15 Februari 2019 saya ke Australia. Orang sana ingin ngaji NU dan pengen tahu lebih mendalam tentang NU. Sebelumnya saya ngisi di Taiwan. Ini semua karena NU unik dan punya ciri khas," katanya saat mengisi kajian agama di Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (12/2).

Salah satu keunikan NU terlihat dari kecintaan kepada negara dan cara mengenalkan Nabi Muhammad SAW. Ulama NU banyak mengarang syiir berbahasa Jawa dan Melayu yang berisi sejarah dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Dirinya menceritakan bahwa sudah berkunjung ke berbagai negara. Mereka mengatakan tidak ada yang seperti NU. “Orang cinta mendalam itu karena ketemu. Lalu bagaimana caranya tidak pernah ketemu tapi bisa cinta sama Nabi Muhammad?” jelasnya.

Maka para ulama NU membuat lagu. “Itu hanya ada di NU. Selain NU tidak bisa karena manggil Nabi saja pakai nama aslinya," tambahnya.

Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menyebutkan bangsa Indonesia bersyukur memiliki NU. Karena dakwahnya tidak memberatkan masyarakat umum, serta lebih dekat kepada akar budaya masyarakat lokal.

NU sejak awal berdirinya lebih banyak memberikan pendidikan kepada anak bangsa lewat pesantren dan surau. Biaya murah membuat lembaga milik kiai NU laris manis. Hal bertahan hingga saat ini.

"Untung ada NU. Jadi, walaupun bukan santri bisa tahu sejarah Nabi Muhammad. Karena lagu sejarah Nabi pakai bahasa lokal. Liriknya pun menyocokkan adat lokal. Lihat saja dan baca lagunya," ujar Kiai Muwafiq.

Lanjutnya, dengan dakwah ini yang membaur pada masyarakat membuat NU bisa diterima dengan mudah. Hingga saat ini NU menjadi organisasi masyarakat Islam terbesar di dunia. Di desa dan pelosok negeri pun masih banyak masyarakat yang secara organisasi tidak gabung NU. Tapi amaliyahnya sehari-hari mengamalkan ajaran NU.

NU dari dulu dakwahnya setia di desa-desa dan caranya punya ciri khas sendiri. Jadi wajar kalau punya kultur yang kuat dan dikagumi orang luar negeri.

“Di NU semua diajari. Mati ditalqin, dzikir bersuara, salawat dilagukan, haul diurusi, orang mati ditahlili, anak lahir juga didoakan. Yang diurus bukan hanya yang hidup saja," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Ibnu Nawawi/NU Online

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar