Gus dan Lora di Jatim Nderek Kyai Ma'ruf Amin Menangkan Jokowi

Gus dan Lora di Jatim Nderek Kyai Ma'ruf Amin Menangkan Jokowi

Ratusan Gus dan Lora (seperti Gus, tapi dari Madura) yang tergabung dalam Gawagis dan Hilma (Himpunan Lora Madura) menyatakan dukungannya untuk memenangkan pasangan calon presiden-wakil presiden Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

Dukungannya itu disampaikan langsung ke Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin, di kantor TKD, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Jumat (1/2/2019) malam.

"Ini adalah spontanitas daripada Hilma dan Gawagis di Jawa Timur, para kiai-kiai muda, yang mendeklarasikan diri untuk sama-sama berjuang untuk bisa mengantar kembali Pak Jokowi menjadi presiden bersama wakilnya KH Ma'ruf Amin," kata Machfud Arifin di sela acara Silaturrahmi & Komitmen Bersama Himpunan Gawagis dan Hilma dengan Ketua TKD Jatim.

Dukungan dari para Gus dan Lora ini diharapkan dapat menambah kekuatan dalam memperoleh suara kemenangan pasangan Jokowi-KH Maruf Amin.

"InsyaAllah kita yakin menang. Tapi dengan kehadiran para kiai-kiai muda ini untuk mempertebal kekuatan dan kemenangan Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin di Jawa Timur," terangnya.

Mantan Kapolda Jatim ini berharap, para Gus dan lora terus bergerak dari dusun, desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kinerja Presiden Jokowi dan program ke depannya.

Termasuk wilayah di Madura, yang pada Pemilihan Presiden 2014 lalu dimenangkan oleh capres Prabowo Subianto.

"Dibilang Madura selama ini kalah. Tapi aura gus dan lora sudah ada di 01. Nggremengan (suara) dari masyarakat dibawah sudah ke arah 01. Mudah-mudahan di Madura berbalik dan menjadi kemenangan Jokowi-KH Maruf," jelasnya.

Sekjen Hilma Lora Ja'far Shodiq mengatakan, para Lora mengabdikan kepada KH Ma'ruf Amin, sehingga para lora bersatu dan berjuang mengantarkan Presiden Jokowi lima tahun mendatang.

"Kami berjanji kepada bapak presiden akan menyatukan Madura untuk 01, untuk pasangan Bapak Jokowi dengan KH Ma'ruf Amin," ujar Lora Ja'far sambil menambahkan, Hilma akan bersinergi dengan para Gus dengan membentuk tim-tim mulai dari tingkat dusun, desa, kecamatan hingga kabupaten dan kota.

"Ini program awal kami sharing dengan TKD dan Gawagis. InsyaAllah bukan hanya menyatukan Madura, tapi kami akan menyatukan Jawa Timur untuk 01," terangnya.

Lora atau Ra Nasih Aschal dari keluarga pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Cholil, Bangkalan menambahkan, para Lora melihat ada unsur KH Ma'ruf Amin yang menjadi cawapres bersama capres Jokowi.

"Sehingga kita semua bersepakat untuk bersama-sama kita dengungkan slogan Nderek (ikut) Kiai Harga Mati, Ikut Kiai Harga Mati .Maka insyaAllah dengan slogan-slogan ini kita menyisir terus," tutur Ra Nasih.

"Dan semoga Madura yang sebelumnya dianggap menjadi kawasan pendukung sebelah. InsyaAllah melalui gerakan lora-lora ini kita maksimalkan potensi semua yang ada, terutama ini untuk menyelamatkan ideologi negara kesatuan Republik Indonesia," harapnya.

Sementara itu, perwakilan dari Gawagis Gus Abdul Wahab menambahkan, para Gus dan lora melihat Indonesia harus terselamatkan. Serta melihat KH Ma'ruf Amin yang berpasangan dengan Jokowi.

"Ini sudah mendarah daging dan sekarang ini puncaknya. Karena apa, kita merasa ikut bertanggungjawab dan tidak mau Indonesia hancur. Indonesia harus terselamatkan. Ini yang paling penting. Ini sudah harga mati," tegasnya.

Gus Wahab berharap, para gus-gus terus menyampaikan tentang Indonesia, tentang Jokowi, tentang KH Ma'ruf Amin di setiap momen apapun dihadapan masyarakat.

"Intinya, mau keman-mana menyebarkan untuk 01, Jokowi-KH Maruf Amin," jelasnya.[jatimnow.com]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar