Viral Video Hoax PWNU Jatim Dukung Prabowo, Ansor Ultimatum Pelaku Minta Maaf 3x24 Jam

Viral Video Hoax PWNU Jatim Dukung Prabowo, Ansor Ultimatum Pelaku Minta Maaf 3x24 Jam

Baru-baru ini media sosial diramaikan oleh video seseorang berkaos merah dengan gambar Prabowo-Sandi. Pria dalam video itu menyebut bahwa dirinya berada di depan kantor PWNU Jawa Timur. Padahal itu adalah gedung Museum NU yang letaknya bersebelahan dengan kantor Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi.

Pria yang belum diketahui identitasnya itu pun menggiring opini yang menyebut kalau pengurus NU Jatim mendukung pasangan nomor urut 02. Pria itu kemudian menunjukkan sejumlah spanduk dan baliho bergambar Prabowo-Sandi yang membuktikan dukungan NU Jatim kepada Prabowo-Sandi.

"Wahai saudaraku, saya sekarang berada di depan kantor PWNU Jatim. Ini membuktikan kalau warga NU Jawa Timur mendukung pasangan Prabowo-Sandi," ujar pria dalam video tersebut.

Sontak video yang viral di media sosial itu menimbulkan polemik di masyarakat. Reaksi keras pun disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jatim, Moh Abid Umar Faruq. Aktivis muda NU yang akrab disapa Gus Abid itu mengecam penyebaran video tersebut.

Menurut keluarga dalam Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri itu, video tersebut jelas penyesatan dan penggiringan opini seolah-olah NU secara struktural mendukung capres nomor urut 02. Padahal NU secara organisasi tidak dibenarkan terlibat dukung mendukung dalam kontestasi politik.

"Video itu jelas mencemarkan nama baik dan kehormatan NU beserta para kiai. Sebab, sesuai Khittah NU 1926, Nahdlatul Ulama secara organisasi dilarang berpolitik," tegas Gus Abid, Selasa (22/1) malam.

Cucu KH. Zainuddin Djazuli ini memberi ultimatum dalam jangka waktu 3x24 jam pria yang ada di video tersebut harus meminta maaf secara langsung kepada pengurus PWNU Jawa Timur. Bila tidak, maka pihaknya akan melaporkan pria tersebut ke Polda Jatim.

Abid menjelaskan, video tersebut meresahkan masyarakat, utamanya warga NU, termasuk kader Ansor dan Banser. Tetapi pihaknya memerintahkan agar seluruh kader menahan diri dan menunggu itikad baik pembuat video itu.

"Kami ultimatum pelaku agar segera minta maaf dalam waktu 3x24 jam. Bila tidak, persoalan ini akan diserahkan ke jalur hukum," pungkas Abid. (mdr/rev/bangsaonline.com)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar