Surat dari Santriwati untuk Artis yang Lepas Hijab Lagi

Surat dari Santriwati untuk Artis yang Lepas Hijab Lagi

Sobat perempuan! Kabar menarik datang dari dunia hiburan baru-baru ini. Seorang artis yang sudah memutuskan memakai pakaian jilbab kembali lagi memutuskan membuka jilbabnya. Dia adalah Nikita Mirzani.

Hal yang menarik dari pengamatan kita adalah alasan yang disampaikannya, sebagaimana disampaikan dalam wawancara sebuah acara di stasiun televisi swasta (5/1). Alasan yang disampaikannya adalah alasan klise, yaitu tidak kuat iman dan tidak kuat menahan rundungan (bully) dari para netizen. Alangkah patut disayangkan, bukan?

Sebenarnya apa yang terjadi pada artis Nikita Mirzani ini tidak hanya terjadi sekali ini. Ada sosok Rina Nose yang juga lebih dahulu melakukan hal serupa. Jauh sebelum Rina Nose, ada artis Tri Utami, Dewi Hughes dan sejumlah artis lainnya.

Untuk Rina Nose, sebagaimana diketahui dalam beberapa wawancaranya di dunia maya, dengan presenter Deddy Corbuzier, ia menyampaikan alasan tersebut secara rahasia dalam bentuk tulisan dan tidak dipublikasikan. Ekspresi yang ditunjukkan dalam wawancara menunjukkan semacam tekanan batin yang tidak bisa diungkapkan. Pemirsa bertanya, apakah itu gerangan?

Sobat perempuan! Kita tidak bisa menduga-duga apa yang menjadi alasan dari Rina Nose dalam mengambil putusannya. Kita fokus saja pada sikap keterusterangan Nikita Mirzani, ya? Sebuah alasan yang sebenarnya bisa kita duga sebelumnya, yaitu tidak kuat iman dan tidak kuat menghadapi hujatan netizen. Alangkah patut disayangkan, bukan?

Sahabat perempuanku! Mari kita coba menyelami dunia keartisan. Seorang artis, dalam dunianya, akan senantiasa disibukkan oleh aktivitas kesehariannya. Pernah terlontar dari seorang pemeran komedi tunggal Dodit Mulyanto dari Surabaya bahwa dulu ia tidak pernah menduga bahwa pekerjaan artis itu melelahkan.

Dodit mengira bahwa dunia artis adalah dunia yang serba enak, hanya mempelajari skenario lalu shooting dan mengikuti arahan sang sutradara, kemudian istirahat, pulang, dan tinggal tunggu honor atas keartisannya. Eh, ternyata ia salah duga.

Dunia keartisan adalah dunia yang benar-benar melelahkan. Sebelum acara, ia harus menyiapkan proses tapping, sibuk memilih kostum, menghadapi juru rias, lalu segudang arahan sutradara dan skenario.

Kesibukan itu belum selesai. Mereka harus berhadapan dengan proses shooting yang harus diulang dan diulang sebab kekeliruan. “Melelahkan sobat!” ujar Dodit Mulyanto, pemenang Kompetisi Stand-Up Comedy dari stasiun TV.

Segudang aktivitas kaum artis menyebabkan banyak artis mengalami keterasingan. Keterasingan itu diawali dari keterasingan sosial dan budaya. Jangankan waktu untuk berangkat mengaji, berangkat dan kumpul bersama dengan keluarganya saja kadang sulit untuk ditemui oleh mereka.

Inilah jiwa dan psikologi artis. Di tengah humoria dan glamor kehidupan mereka, ternyata mereka mengalami keterasingan (alienasi) secara rohani.

Ada banyak kasus artis yang kecanduan narkoba. Ada juga artis yang mengalami kecelakaan akibat sebelumnya bersenda gurau dari diskotek. Ada juga artis yang terjebak dalam kasus perselingkuhan dan lain sebagainya. Itu semua merupakan bagian dari indikasi keterasingan jiwa itu.

Suatu saat, mungkin terlintas dalam benak kita, jika benar-benar memilih tobat, bukankah bisa pergi bergabung dan membaur dengan pengajian? Pertanyaan ini sebenarnya tidak salah, namun tidak tepat. Ketidaktepatan itu disebabkan karena kita menilai mereka dari sudut pandang lingkungan kita dan tidak mencoba menilai dari sisi lingkungan mereka. Itulah sebabnya, banyak netizen yang menyerbu akun artis lalu bebas merundungnya. Alangkah tidak bijaksananya hal yang sedemikian ini.

Jika tahu dan sadar akan hal ini, lantas kenapa kita lantas ikut-ikutan merundung mereka yang baru memutuskan diri untuk menjauh dari dunia sebelumnya lalu mencebur ke dunia baru yang menutup aurat?

Allah SWT Maha Penerima Tobat bagi hamba-Nya. Allah SWT juga Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dia yang memberikan hidayah dalam jiwa kecil hati kalangan artis yang jauh dari seruan para kiai dan ustadz atau pendakwah.

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya, “Sesungguhnya kamu (Muhammad) tidak akan mampu menghadirkan hidayah ke orang yang engkau cintai. Tetapi, Allah yang menunjukkan orang-orang yang dikehendaki. Dia Maha Mengetahui dengan orang-orang yang diberi hidayah,” (Surat Al-Qashash ayat 56).

Sobat perempuanku! Kita tidak bisa memberi hidayah terhadap orang yang ada di sekeliling kita. Allah SWT yang berperan dalam memberi hidayah itu. Dalam Al-Qurân Surat Al-Baqarah ayat 272, Allah SWT berfirman:

ليس عليك هداهم ولكن الله يهدي من يشاء

Artinya, “Tiada bagimu kuasa untuk memberi hidayah kepada mereka, melainkan Allah yang memberi hidayah kepada orang yang dikehendaki-Nya,” (Surat Al-Baqarah ayat 272).

Jika akibat rundungan kita, lantas para artis ini kemudian nekat memutuskan kembali untuk melepas hijab atau pakaian kurung mereka, maka apa bedanya kita dengan setan yang menggoda jiwa manusia sehingga berujung sesatnya sebagian manusia dan lebih memilih jalur frustasi?

Padahal kita diperintah untuk menyeru umat manusia dan mengajak kaum kita untuk bersama-sama masuk ke dalam jannah, yaitu surga Allah SWT. Kita diperintah untuk senantiasa menyampaikan tutur dalam bentuk nasihat-nasihat yang baik serta hikmah. Allah SWT berfirman:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ

Artinya, “Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat-nasihat yang baik.”

Jika ada perintah untuk menyeru dengan rangkaian hikmah, lantas mengapa ada banyak orang yang merundung (bully)?

Saudariku! Marilah kita bertobat! Jangan-jangan, terjerumusnya orang lain dari jalan hidayah, sehingga menyebabkan mereka tetap berkutat dalam kubang dosa, sebagian di antaranya adalah disebabkan oleh kita dan lisan kita. Astaghfirullâh al-adzhîm.

Saudariku! Semoga kita semua selamat di jalan hidayah, di jalan yang diridhai oleh Allah SWT, di jalan rasul-Nya, sebagaimana yang dituntunkan oleh para ulama-ulama kita dan junjungan kita semua! Amin ya rabbal ‘alamin!

اللهم أنت السلام ومنك السلام وإليك يعود السلام وحينا ربنا بالسلام وأدخلنا الجنة دار السلام. تباركت ربنا وتعاليت ياذاالجلال والإكرام

Artinya, “Ya Allah, Engkau Maha Penguasa Keselamatan. Dari-Mu keselamatan. Kepada-Mu pula kembali keselamatan. Hidupkan kami dalam keselamatan. Masukkan kami dalam surga, tempatnya keselamatan. Maha memberi berkah Engkau, dan Maha Luhur Engkau, Wahai Zat Yang Maha Agung dan lagi Maha Mulia.”


Oleh Santriwati Forum Kajian Fikih Kewanitaan Pondok Pesantren Hasan Jufri Pulau Bawean di bawah pimpinan Ustadz Muhammad Syamsudin.

Sumber: NU Online

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids