Ratusan Ribu Muslimat NU Pilih Bertahan Shalat Malam di Tengah Guyuran Hujan

Ratusan Ribu Muslimat NU Pilih Bertahan Shalat Malam di Tengah Guyuran Hujan

Puluhan ibu-ibu-setelah menyelesaikan shalat malam-menepi di selasar Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan, Ahad (27/1) dini hari. Mereka hanya sekian dari 120.000 anggota Muslimat NU yang datang dari pelbagai daerah di Indonesia untuk memperingati Harlah Ke-73 Muslimat NU di Stadion GBK.

Mereka memilih bertahan di lapangan terbuka untuk merampungkan shalat malam yang terdiri atas shalat tahajud dan shalat hajat di tengah hujan deras yang tercurah dari langit Senayan.

Seratus ribu lebih Muslimat NU yang menggelar sajadah di lapangan utama dan tribun stadion tetap mengikuti shalat malam berjamaah yang diimami oleh Ketua Umum Pergunu KH Asep Saefudin Chalim meski hujan deras turun.

Tiga orang ibu berseragam batik Muslimat NU tampak khusyuk membaca lembaran tipis Al-Qur’an yang mereka pegang. Mereka membacanya sambil mengusap lengan pakaiannya yang basah oleh hujan 30 menit sebelumnya.

“Kita ini bertiga rombongan Muslimat dari Pringsewu mas. 13 bus berangkat dari sana. Kita lagi shalat malam dan shalat hajat, terus kehujanan,” kata Aisyah, pengurus ranting bidang kesehatan dan kaderisasi Muslimat NU Kutawaringin, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung kepada NU Online.

Sementara di hadapan Aisyah adalah Sulastri. Ia mengaku sebagai Sekretaris Ranting Muslimat NU Kutawaringin. Ia bercerita bahwa seratus ribu lebih Muslimat NU menyelesaikan shalat malamnya di tengah guyuran hujan deras.

“Sampai selesai salam. Ini kita kebasahan. Kita bawa pakaian salin. Tetapi di bus. Busnya jauh mas,” kata Sulastri.

Ia menambahkan bahwa sebanyak 13 bus rombongan Muslimat NU dari Pringsewu dipimpin oleh masing-masing kepala rombongan.

Sulastri yang masih sesekali mengusap lengan pakaiannya yang basah mengatakan bahwa rombongan Muslimat NU dari Pringsewu akan segera pulang selepas rangkaian acara harlah selesai.

“Kita nanti langsung pulang, tanpa mampir lagi di satu tempat,” kata Sulastri.

Sri Marwati yang duduk di samping Sulastri menjelaskan aktivitasnya selepas shalat malam. Bendahara Muslimat NU Kutawaringin ini menerangkan bahwa anggota Muslimat NU yang hadir di GBK tengah membaca khatam Al-Qur’an.

“Kita sedang khatmil Qur’an. Setiap kita diberikan Al-Qur’an per juz. Jadi tipis,” kata Marwati. (Alhafiz K/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar