Kiai Ubaidillah Shodaqoh: Tidak Mungkin Belajar Islam Tanpa Guru

Kiai Ubaidillah Shodaqoh: Tidak Mungkin Belajar Islam Tanpa Guru

 Islam adalah agama yang tidak mungkin bisa dipelajari dan dipahami secara otodidak. Pengetahuan dan pemahaman Islam yang benar bisa diperoleh melalui bimbingan dan pendidikan yang panjang oleh seorang guru. Dalam konteks Indonesia, guru yang otoritatif untuk mengajarkan ajaran Islam adalah para ulama dan para kiai. Tanpa bimbingan seorang guru, mustahil seseorang bisa mempelajari Islam secara benar.

Selaras dengan hal tersebut, menurut Kiai Ubaidillah Shodaqoh, sekalipun seseorang hafal al-Quran maupun Hadis, tetapi tidak mempelajari Islam melalui bimbingan seorang guru, maka pemahaman keislamannya berpotensi salah dan bisa mudah menyesatkan pemahaman Islam yang berbeda. Bahkan dalam tahap yang lebih ekstrem, bisa mudah mengafirkan perbedaan dalam pemahaman. Maka menurut Kiai Ubaidillah, tidak mungkin belajar Islam secara otodidak dan tanpa seorang guru.

“Meskipun yang dibaca Al-Quran, meskipun yang dibaca al-Hadis, akan tetapi tidak sesuai dengan Nabi Muhammad Saw. Tidak ada di pesantren istilah santri otodidak. Santri itu ilmunya berasal dari gurunya,” jelasnya saat memberikan tausiah pada acara tasyakuran Khataman tafsir al-Jalalain di Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Minggu (13/1)

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah itu juga mengungkapkan bahwa belajar Islam tanpa guru tidak hanya bisa membuat dirinya tersesat, tetapi juga bisa menyesatkan orang lain. “Orang yang belajar tanpa guru nanti akan tersesat dan menyesatkan lainnya. Maka para santri harus berhati-hati. Oleh karena itu, jika kalian pintar membaca kitab, mintalah ijazah dari guru dan kiai kalian,” ungkapnya.

Ilmu yang diperoleh setiap Muslim hendaknya bisa dipertanggungjawabkan melalui sanad keilmuan yang sampai kepada Rasulullah. Dalam hal ini, ilmu-ilmu Islam yang dipelajari di pesantren sudah tentu bisa dipertanggungjawabkan. Sebab, para kiai di pesantren adalah pihak yang memiliki otoritas keilmuan Islam yang bersanad hingga Nabi. “Ilmu tanpa sanad hingga Rasulullah seperti obor. Bisa memberikan penerangan, namun jika kehabisan bahan bakar akan membuat pembawanya tersesat dan tersandung-sandung,” lanjutnya.

Kiai Ubaidillah juga menambahkan bahwa seorang guru adalah perantara untuk menyambungkan keilmuan hingga Allah Swt. maka dari itu Kiai Ubaidillah menghimbau agar para santri senantiasa mendoakan guru-guru dan kiainya. “Guru-guru, para kiai itu ibarat kabel yang menghubungkan kepada Allah. Oleh karena itu, kita wajib menghormati guru-guru dan kiai. Insha Allah ilmu santri akan terus menerus menerangi ummat. kita harus terus menerus mendoakan guru-guru kita,” pungkasnya.[islamramah.co]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar