Jami'iyyah Ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Indonesia Mendukung KH Ma'ruf Amin

Dewan Pimpinan Pusat Jami'iyyah Ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Indonesia mengisyaratkan bakal menyatakan sikapnya mendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin. Agenda sikap politik tersebut akan dibahas dalam rapat kerja nasional pada pekan terakhir November nanti.


"Kami akan menggelar rakernas di Pondok Pesantren Al Madani Gunung Pati, Semarang," kata Ketua DPP Jami'iyyah Ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Indonesia Miftahul Fallah saat ditemui wartawan di kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, pada Senin, 19 November 2018.

Miftahul mengatakan mereka bakal menguatkan argumen mereka atas sikap politik mendukung Jokowi. Selain itu, para ulama yang rencananya didampingi cendekiawan Islam juga bakal memberikan rekomendasi kepada capres.


Rekomendasi ulama ini berupa program-program pembangunan yang akan menjadi isu sentral dalam pemerintahan Jokowi bila ia terpilih 5 tahun mendatang. Selain itu, ulama akan merembuk alasan Jokowi pantas melanjutkan tonggak kepemimpinannya.

Mittahul mengatakan alasan kelompoknya mendukung Jokowi. Menurut mereka, Jokowi pantas melanjutkan estafetnya menjadi RI 1. Selain itu, ia menegaskan kelompok berada dalam posisi tidak melawan pemerintah. "Kami akan berkontribusi pada bangsa sesuai maqom," ujarnya.

Agenda rakernas ini mereka klaim telah diketahui oleh Jokowi. Namun Jokowi tak dapat hadir lantaran direncanakan menghadiri agenda lain.


Sebagai wakilnya, Jami'iyyah Ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Indonesia mengundang Wiranto selaku Menkopolhukam. Perwakilan jemaah telah berdialog dengan Wiranto siang ini. Namun, Wiranto belum dapat memastikan kehadirannya.


Adapun rakornas ini akan menghadirkan 5.000 orang saat pembukaan. Massa terdiri atas kiai, mursyid, ulama, jemaah, dan cendekiawan. Sedangkan pembahas inti agenda rakernas berjumlah 400 orang.

Selain merembuk sikap politik, para ulama bakal membahas isu-isu terhangat seputar bendera Tauhid. Perda syariah juga direncanakan masuk dalam agenda pembahasan.

Sumber: tempo.co

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar