Indonesia Beruntung, Muslimat NU Berdoa Bersama untuk Bangsa

Indonesia Beruntung, Muslimat NU Berdoa Bersama untuk Bangsa

Ratusan ribu ibu-ibu Muslimat Nahdlatul Ulama beristighotsah pada Ahad (27/1) dini hari. Kegiatan ini diawali dengan shalat tahajud dan shalat hajat bersama.Yenni Wahid menyebut Indonesia beruntung karena peristiwa tersebut.

"Hari ini Indonesia beruntung karena perempuan Muslimat berkenan menyediakan waktunya untuk berdoa bersama," kata Ketua Panitia Harlah Ke-73 Muslimat NU itu saat memberikan sambutan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Ahad (21/1) pagi.

Putri kedua Gus Dur itu menceritakan bahwa pukul 03.00 pagi, ibu-ibu Muslimat NU mengetuk pintu langit agar memberikan keberkahan untuk bangsa Indonesia. Saat hujan turun deras dan shalat masih berlangsung, mereka tak bergeser sampai menyelesaikan shalatnya.

Ibu-ibu itu, katanya, datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Sebagian dari mereka ada yang harus menyeberangi sungai dan menahan mual karena belasan jam di bus.

Halangan demikian tak menyurutkan mereka untuk hadir menghijaukan ibukota dengan batik khas Muslimat. Sebab, kata Yenny, cita-cita mereka itu sederhana, yakni khidmat terhadap Nahdlatul Ulama.

Kesederhanaan itulah yang melahirkan tokoh-tokoh besar. Ketua Muslimat NU itu mencontohkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

"Menteri Agama, ibunya turut memanggul senjata bersama anggota Muslimat lainnya," katanya.

Ibi tiga anak itu juga memberi contoh Presiden Jokowi. Ia mengatakan bahwa Sudjiatmi merupakan anggota pengajian Muslimat NU.

"Bapak Presiden kita jelas. Ibunya dari dulu sampai sekarang ikut pengajian Muslimat NU di Solo," terangnya.

Ia juga tak ketinggalan menceritakan perkenalannya dengan Muslimat NU, yakni dari ibu, nenek, tante, hingga mertuanya adalah anggota Muslimat NU.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo, jajaran menteri Kabinet Kerja, dan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan.

Perhalatan akbar ini juga dirawuhi oleh Rais Am PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, jajaran syuriah dan tanfidzihah PBNU, dan Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. (Syakir NF/Alhafiz K/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar