Imam Besar Istiqlal Dirikan Kantor Anti Radikalisme

Imam Besar Istiqlal Dirikan Kantor Anti Radikalisme

Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar meluncurkan lembaga Nasaruddin Umar (NU) Office. Salah satu fokusnya adalah menangkal penyebaran paham radikalisme.

Peluncuran itu digelar di Jalan Gaharu I No 33A, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2019). Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI KH Muhammad Cholil Nafis, dan lainnya turut hadir.

"Apa-apa yang menjadi concern terhadap NU Office ini, pertama adalah salah satu kegiatan kita di sini ada di NUSA Institute. NUSA Institute ini juga kami tidak pernah publikasikan secara terbuka keluar apa itu Kegiatan NUSA Institut. Ini adalah lembaga survei, kami tidak perlu mempublikasikan hasil survei kami, meskipun kami sangat yakin margin errornya itu sangat sangat sedikit ya. Kenapa? karena hemat saya ini bukan lembaga populis," kata Nasaruddin Umar dalam sambutannya.



Nasaruddin mengatakan survei Nusa Institute pada tahun 2011 menemukan ada kekhawatiran makin tahun tingkat pertumbuhan garis keras makin bertambah. Lalu, survei Nusa Institute yang bekerja sama dengan BNPT tahun 2017, menunjukkan potensi radikalisme di Indonesia itu berada di skor 55,12, dari 100. Jadi, lanjutnya, potensi radikalisme di Indonesia masih relatif di atas rata-rata.

"Nah ini harus ada upaya, baik pemerintah maupun kita lembaga-lembaga ormas maupun masyarakat sendiri untuk mengerem pertumbuhan ini dari tahun ke tahun. Di sinilah NU Office akan hadir mencoba memberikan pemikiran sekecil apapun pemikiran kami mudah-mudahan ada manfaat untuk bangsa," ujarnya.


Selain itu, NU Office juga akan bergerak di bidang masjid. Kata Nasaruddin, data terakhir menyebutkan ada sekitar 1 miliar masjid termasuk musala, langgar, dan surau.

"Bayangkan di sini kami menemukan bahwa problem yang dihadapi oleh sekian banyak Masjid itu adalah imam-imam profesional. Apa jadinya kalau Imam itu tidak profesional? Itu bisa dimanfaatkan oleh kekuatan-kekuatan yang tertentu mengambil alih masjid itu sendiri," ucapnya.


(idh/imk)

Sumber: detik.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar