Gebyar Harlah Muslimat NU Rajai Perbincangan di Media Sosial

Gebyar Harlah Muslimat NU Rajai Perbincangan di Media Sosial

Menggebyarnya peringatan hari lahir ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama di Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak hanya di dunia nyata, tetapi ramai dan menjadi perbincangan teratas di media sosial twitter. Harlah yang dihadiri tak kurang dari 120.000 warga Muslimat NU ini merajai trending topic di twitter.

Bahkan dari Sabtu (26/1) malam hingga saat ini, tiga tagar terkait Harlah Muslimat mendominasi trending topic. Tiga tagar tersebut ialah #HarlahMuslimatNU73 #Harlah73MuslimatNU dan MuslimatandiGBK.

Antusiasme anggota Muslimat NU dari 43 provinisi dan 7 PCI Muslimat NU luar negeri terlihat mulai memenuhi jalanan ibu kota Jakarta sejak Sabtu. Malam mereka mulai menjejaki stadion sepak bola termegah di Indonesia itu.

Lewat tengah malam, mereka bermuhasabah dan bermunajat dalam shalat tahajud, shalat hajat, dan istighotsah yang dipimpin oleh Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim.

Khidmah tersebut ibu-ibu Muslimat tujukan untuk keselamatan dan kedamaian bangsa. Bahkan, mereka tetap tegar dalam kekhusyuan meskipun hujan deras mengguyur stadion. Mereka larut dalam doa bersama sejuknya hujan.

Hari menjelang pagi, maraton kegiatan tidak berhenti, semangat ibu-ibu semakin membuncah menyambut beberapa tokoh, ulama dan kiai serta Presiden Joko Widodo. Kelompok paduan suara PC Muslimat NU Jombang melantunkan shalawat thala’al badru ‘alaina untuk menyambut RI 1 beserta rombongan Kabinet Kerja.

Selama 73 tahun usianya, Muslimat NU telah mengisi pembangunan bangsa di segala lini, baik di bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Dengan tetap meneguhkan prinsip Islam Ahlussunnah wal Jamaah, Muslimat NU juga tidak abai terhadap perkembangan teknologi.

Hal ini terangkum dalam tema besar harlah, Khidmah Muslimat NU Jaga Aswaja Teguhkan Bangsa yang dalam berbagai kesempatan terus ditegaskan oleh Ketua Panitia Harlah ke-73 Muslimat NU, Hj Yenny Wahid.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa memajukan bangsa harus dengan kerja keras bersama. Perbedaan tidak menjadi persoalan asal tetap berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) dengan cara yang baik.

"Berbeda haruslah kita jadikan bagian yang akan menjadikan kita fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan)," kata Khofifah, Ahad (27/1) di SUGBK Jakarta.

Meski begitu banyak perbedaan, Khofifah menegaskan bahwa bangsa Indonesia tetap bersatu. Sebab, lanjutnya, bangsa Indonesia menjunjung toleransi dan moderatisme.

"Toleransi kita bangun. NU mengajarkan kita tawasut moderat," jelas Gubernur Jawa Timur terpilih itu. (Fathoni/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar