Empat Syarat Pemimpin Menurut Al-Quran

Empat Syarat Pemimpin Menurut Al-Quran

Jadikan ini pegangan untuk ikhwah dan dakwah semua

Assalamualaikum…

Akhi dan ukhti semua. Islam adalah agama yang syaamil. Yang menyeluruh. Sempurna. Lengkap. Yang mengatur kita dari bangun tidur sampai tidur lagi. Dari urusan bagaimana cara makan sampai mengelola negara.

Afwan sebelumnya. Ana hanya ingin berbagi tentang pandangan ana tentang kabar umat akhir akhir ini. Semoga antum semua bisa saling mengingatkan kita di jalan kebaikan dan selalu kuat memegang buhul tali agama ini yang makin hari makin banyak fitnah.



Islam mengatur bagaimana memilih pemimpin. Ada empat syarat yang harus dipenuhi. Dan ini semua ada di Al Quran dan Hadist dan dikuatkan dengan tafsir dari ulama-ulama.

Syarat Pertama: Mukmin

Surat Yusuf Ayat 55 menyebutkan, memilih pemimpin harus yang hafizhun. Hafizhun artinya seorang yang pandai menjaga. Orang yang punya integritas, kepribadian kuat, jujur, dan akhlaknya mulia sehingga patut menjadi teladan. Juga tidak khianat.

Prabowo saat jadi Danjen Kopassus khianat. Tanpa ada perintah dari siapapun menculik mahasiswa. Beberapa tidak kembali pulang sampai sekarang.

Bahkan saat hendak menemui Presiden BJ Habibie saat itu dia membawa senjata lengkap. Sebelum akhirnya dilucuti oleh Wiranto dengan kesaksian yang haq dari ajudan Eyang Habibie. Negara dalam keadaan genting.

Pemimpin negara harus berhadapan dengan militer yang punya peluang besar melakukan kudeta.

Apakah seperti itu pemimpin yang hafizhun? Yang memanfaatkan situasi darurat demi mendongkel pemimpin yang sah, muslim, yang berpuasa senin kamis, dan sering tilawah seperti Eyang Habibie?

Jika dia memiliki integritas, yang dia lakukan adalah menjaga agar negara dalam keadaan aman dari ancaman pihak-pihak luar karena Indonesia adalah negara yang melindungi kaum muslim maka haram hukumnya memberontak.

Hafizhun juga berarti jujur. Prabowo tidak jujur saat mengatakan bahwa Ratna Sarumpaet disiksa dan digebuki. Berulang kali dia mengatakan bahwa Ratna dianiaya. Apakah pemimpin seperti ini yang kita inginkan?

Belum lagi fitnah-fitnah lain seperti soal satu selang darah di RSCM yang dipakai 40 pasien, menolak kerjasama dengan Cina padahal datang ke HUT Negeri Cina di Jakarta.

Syarat Kedua: Rajin Menegakkan Ibadah

Shalat adalah barometer akhlak manusia. Pemimpin yang layak dipilih adalah pemimpin yang menegakkan shalat. Prabowo tidak bisa shalat. Tidak bisa bacaan-bacaan dasar shalat seperti Al Fatihah, doa sujud, doa ruku, dan lain sebagainya.

Beliau memang bukan Islam dari lahir. Masuk Islam saat menikahi putri Presiden Soeharto. Bukan karena keimanan dan mengakui Allah sebagai Tuhan dan Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya.

Prabowo masuk Islam sudah puluhan tahun yang lalu. Kenapa tidak berubah kemampuan ibadahnya dari dulu? Membaca Salawat Nabi saja salah. Masya Allah akhi dan ukhti. Apakah pemimpin seperti ini yang kita inginkan?

Atau jangan-jangan selama ini memang tidak pernah ibadah. Masuk Islam hanya untuk bisa menjadi penerus Soeharto?

Syarat Ketiga: Suka Berjamaah/Bergaul dengan Masyarakat

Sifat suka berjamaah atau memperhatikan masyarakat ini ditunjukkan dalam Shalat Fardhu Berjamaah. Rasulullah setiap selesai memimpin shalat fardhu berjamaah lalu duduk menghadap kepada jamaah sebagai cara menguatkan iman dan taqwa.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi jamaah. Termasuk memperhatikan apakah jumlah jamaah lengkap atau tidak.

Prabowo tak bisa memimpin shalat. Bahkan pernah saat diminta memimpin shalat, salah seorang jamaah perempuan diminta jadi imam. Ini kesaksian dari ikhwah yang hanif saat berada di lokasi. Astaghfirullah. Saya berlepas dari munafiqun yang mengaku sebagai abid. Allah yang menutup tabirnya Allah pula yang akan membukanya.

Syarat Keempat: Adil

Keadilan yang diserukan Al Quran pada dasarnya mencakup bidang ekonomi, sosial, dan hukum. Al Maidah ayat 8 menyebutkan bahwa kita wajib berlaku adil karena dekat dengan taqwa.

Prabowo tak pernah meminta maaf kepada keluarga korban penculikan yang dia lakukan. Dia juga tak pernah adil mengakui bahwa telah terjadi perubahan di Indonesia. Justru meniupkan syak wasangka dan fitnah kubro yang mengatakan Indonesia akan bubar pada tahun 2030.

Bukankah Allah sesuai prasangka hambanya? Kenapa kita harus berputus asa dari rahmat Allah dengan meyakini bahwa Indonesia akan bubar.

DAN NIKMAT TUHAN MANA LAGI YANG KAMU DUSTAKAN?

Afwan. Ana hanya ingin berbagai pengetahuan. Islam adalah agama yang syaamil. Dan kita tidak boleh mengingkari kebenarannya. Wallahualam bis shawab.

Sebarkan untuk Indonesia yang lebih baik.

Dishare dari Ipang Wahid

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar