Rais Aam PBNU Harap Persoalan Medsos Dibawa ke Munas-Konbes NU 2019

Rais Aam PBNU Harap Persoalan Medsos Dibawa ke Munas-Konbes NU 2019

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar berharap persoalan yang terjadi di media sosial di bawa ke Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas Konbes NU) II yang diselenggarakan pada Februari 2019 di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kujangsari, Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat.

Hal itu dikatakan Kiai Miftach menanggapi acara workshop media sosial yang diselenggarakan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (29/11).

"Saya ingat, apalagi akhir Februari mengadakan Munas Konbes NU. Ini (persoalan media sosial) jadi bahan kita untuk penyempurnaan bahasan-bahasan nanti sehingga menghasilkan optimal demi kepentingan Nahdlatul Ulama, rakyat Indonesia dan kepentingan negara kita yang tercinta dan untuk kemaslahatan semuanya makhluk yang ada di bumi," kata Kiai Miftach.

Kiai Miftach menuturkan bahwa konten-konten media sosial telah dipenuhi oleh berita-berita hoaks dan ujaran kebencian. "Apalagi media sosial dipenuhi berita-berita hoaks dan itu menjadi panglima saat ini," kata Kiai Miftach.

Sebelumnya, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini menyatakan bahwa workshop ini untuk menghadirkan informasi-informasi berupa dakwah Islam yang toleran dan ramah dengan lebih massif. Workshop ini diikuiti oleh warga NU dari berbagai daerah. Nantinya, sambung Helmy, para peserta workshop menjadi pelatih di daerah masing-masing.

"Jadi setelah ikut workshop ini, nanti mereka kita terjunkan ke daerah-daerah untuk membangun masyarakat yang netizen," ucapnya.

Helmy menyadari berkembangnya berita hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. Untuk itu, menurutnya, warga NU juga harus membendungnya melalui media yang sama.

"Jadi ini dalam rangka memaksimalkan peran-peran keluarga besar NU di dalam bersosial media," jelasnya. (Husni Sahal/Kendi Setiawan/NU Online)

Baca juga:

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar