Quraish Shihab: Jangan Bertakbir yang Timbulkan Emosi yang Membuat Terpecah Belah

Quraish Shihab: Jangan Bertakbir yang Timbulkan Emosi yang Membuat Terpecah Belah

Takbir seringkali diteriakkan oleh sekelompok orang dalam suatu perkumpulan. Hal ini menuai komentar dari pakar tafsir Indonesia KH Quraish Shihab.

"Jangan bertakbir yang menimbulkan emosi yang bisa membuat orang terpecah belah," tegasnya pada acara Kajian Membumikan Al-Qur'an (KMQ) di Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ), Jalan Kertamukti, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (20/12).

Ucapan itu disampaikannya dengan penuh tekanan, hal itu langsung menuai tepuk tangan dari para peserta tanda setuju. Pasalnya, sebelumnya ada anggota eks-HTI berbicara menyampaikan argumen dan pertanyaan pada sesi tanya jawab. Saat ia berbicara itu, ada yang meneriakkan takbir.

Direktur PSQ itu berpesan agar Muslim tidak mengotori asma-Nya, tapi menyucikan-Nya. Hal ini bisa dilakukan dengan tidak menyebutkannya di kamar mandi, misalnya.

"Sucikanlah nama-Nya, jangan bertasbih di kamar mandi," katanya pada diskusi bertema Dari Ideologi Khilafah ke Manusia Khalifah: Al-Qur'an, Kontestasi Ideologi dan Pragmatisme Politik itu.

Lebih lanjut, mengutip Imam Malik, ia meminta agar tidak mengatakan Semoga Allah memberi saat tidak mampu memberi peminta-minta. Hal ini, menurutnya, bisa menimbulkan kesan Allah tidak memberikannya.

Kegiatan dwimingguan ini menghadirkan Ketua Organisasi Alumni Al-Azhar Internasional (OAAI) cabang Indonesia TGB Muhammad Zainul Majdi dan Kepala Lembaga Pentashihan Al-Qur'an Kementerian Agama Muchlis Muhammad Hanafi. (Syakir NF/Muiz/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar