Nurul Hidayatul Ummah, Santri Go Internasional yang Terpilih Jadi Ketum PP IPPNU

Nurul Hidayatul Ummah, Santri Go Internasional yang Terpilih Jadi Ketum PP IPPNU

Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mendapatkan nakhoda baru. Ia adalah Nurul Hidayatul Ummah, Ketua Umum PP IPPNU masa bakti 2018-2021 yang terpilih melalui hasil Kongres XVIII yang digelar di Cirebon, Jawa Barat pada 21-25 Desember 2018. Nurul mengungguli kandidat lain, Esti Kurniati dalam penghitungan suara.

Penuh haru, santri asal Lamongan, Jawa Timur ini menyampaikan terima kasih terhadap pihak-pihak terutama kader IPPNU yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin salah satu badan otonom di Nahdlatul Ulama. Nurul bertekad membawa IPPNU semakin maju, berwawasan luas, dan berpikir global.

Dia pun meminta dukungan seluruh kader untuk bersama-sama membangun IPPNU yang lebih baik. "Ini adalah amanah yang besar karena seluruh pelajar menumpukan harapan ke saya. Hari ini keadaan sudah berbeda, kita semua harus bisa bersaing di dunia digital, menjadi remaja milenial yang mampu menjawab tantangan zaman," ujar Nurul dalam keterangan tertulis, Selasa (25/12).

Ucapan selamat pun mengalir dari berbagai pihak, salah satunya Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Besar Alumni Tarbiyatut Tholabah (Ikbal Tabah) Kranji, Paciran, Lamongan, Moh Nur Huda. Dia merasa bangga, salah satu alumni Pesantren Tarbiyatut Tholabah dipercaya memimpin organisasi setingkat nasional.

"Saya mewakili Ikbal Tabah menyampaikan selamat dan sukses atas terpilihnya rekanita Nurul Hidayatul Ummah, santri Kranji yang terpilih menjadi Ketua Umum PP IPPNU 2018-2021. Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik dan menginspirasi santri dan pelajar di Nusantara," ucap Huda.

Ucapan selamat juga disampaikan Ketua Wadah Silaturrahim Alumni Tarbiyatut Tholabah di Jakarta (Wasiat Jakarta) Ahmad Nidhomuddin. Menurut Nidhom, Nurul merupakan sosok pelajar yang ulet dan bercita-cita tinggi. Selama kuliah di Jakarta, gadis kelahiran Lamongan, 25 November 1991 itu aktif di berbagai organisasi dan kegiatan.

Meski begitu, kesibukannya di luar tak berarti membuat Nurul meninggalkan tradisinya selama tinggal di pesantren. Dia kerap ikut kegiatan rutin seperti tahlilan dan sholawat dibaiyah bersama Wasiat Jakarta yang merupakan perkumpulan alumni Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah.

"Semoga pencapaian ini dan keuletan Mbak Nurul menjadi inspirasi buat adik-adiknya di Wasiat Jakarta, pesantren, maupun di UIN Jakarta," ucap Nidhomuddin.

Nurul terpilih menjadi Ketua Umum PP IPPNU setelah mengantongi sebanyak 136 dukungan dari total 243 suara. Dia menang atas kandidat lain, Esti Kurniati yang mengantongi dukungan sebanyak 105 suara. Sedangkan 2 suara selebihnya dinyatakan tidak sah.

Sepak terjang srikandi muda NU ini di bidang pendidikan dan organisasi tak perlu diragukan lagi, mulai dari desa hingga ke luar negeri. Dia tercatat pernah mengenyam pendidikan di MI Darul Ulum Sukorejo, Laren, Lamongan, Jawa Timur kemudian berlanjut ke SMP Islam Al-Ihsan Bekasi, Jawa Barat sambil mondok di Pesantren Darul Aitam. Dia kemudian kembali ke tanah kelahirannya untuk melanjutkan studinya di tingkat Madrasah Aliyah di Ponpes Tarbiyatut Tholabah.

Lulus dari Madrasah Aliyah, dia langsung melanjutkan studinya di Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Selama kuliah, dia aktif di berbagai organisasi seperti Wasiat Jakarta, IPPNU di tingkat PAC Ciputat Timur, Cabang Tangerang Selatan, Wilayah Banten, hingga Pengurus Pusat. Dia juga aktif di Rumah Pelajar Indonesia.

Kecintaannya terhadap bahasa asing mulai terlihat kala dia aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Foreign Language Association (FLAT) UIN Jakarta. Saat itu, dia bercita-cita ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri. Berbagai kesempatan tak mau disia-siakan, hingga akhirnya dia menjadi salah satu penerima beasiswa penuh S2 dari Kementerian Agama ke University of Leicester, Inggris.

Kuliah di negeri orang tak menyurutkan semangat Nurul berorganisasi. Dia tercatat aktif di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Leicester dan menjabat sebagai sekretaris. Selain itu, dia juga aktif di Education Team ULISOC (University of Leicester Islamic Society) dan Music Director Radio PPI United Kingdom. Dan masih banyak lagi pengalaman serta prestasinya baik di dalam maupun di luar negeri. (Red: Fathoni/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar